Ratusan Balon Google Jadi "BTS Terbang" di Indonesia

Kompas.com - 29/10/2015, 10:22 WIB
Balon Google bagian dari proyek Google Loon dipastikan akan terbang ke Indonesia untuk menyebarkan internet di daerah pelosok yang sulit terjangkau infrastruktur operator telekomunikasi. Wicak Hidayat/KOMPAS.comBalon Google bagian dari proyek Google Loon dipastikan akan terbang ke Indonesia untuk menyebarkan internet di daerah pelosok yang sulit terjangkau infrastruktur operator telekomunikasi.
|
EditorReza Wahyudi

MOUNTAIN VIEW, KOMPAS.com - Lebih dari 17.000 pulau di Indonesia dibentangi laut, hutan, dan gunung yang berliuk-liuk. Hal itu menyulitkan infrastruktur jaringan masuk untuk menyebarkan akses internet di wilayah pelosok.

Untuk itu, Project Google Loon dalam bentuk balon terbang ingin membantu penyaluran infrastruktur agar penduduk wilayah terpencil juga bisa merasakan akses internet yang sama dengan penduduk di wilayah-wilayah terjangkau.

Setiap balon di Project Loon akan seperti BTS "melayang". Yakni berfungsi seperti menara BTS (base transceiver station) pada umumnya, tetapi melayang di udara dan menjangkau daerah yang lebih luas.

Diketahui, setiap balon di Project Loon akan terbang di ketinggian kurang lebih 20 kilometer dari permukaan laut (60.000 kaki). Masing-masing memiliki jangkauan radius 40 km, sedangkan BTS biasa hanya sekitar 5 km.

Menurut Project Leader Project Loon di Google X, Mike Cassidy, dibutuhkan ratusan balon Google untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Indonesia sendiri memiliki wilayah daratan seluas kurang lebih 750.000 meter persegi.

"Balon-balon itu nantinya tidak akan menetap di satu tempat, melainkan terus bergerak. Kami akan mengendalikan bila ada satu yang keluar jangkauan, langsung digantikan dengan yang lain," ujar Cassidy, seperti dilaporkan wartawan KompasTekno, Wicak Hidayat dari Mountain View, California pada Rabu (28/10/2015).

Seperti diketahui, proyek Google Loon tak hanya melibatkan satu balon saja di stratosphere, namun banyak balon yang melingkari bumi seperti cincin. Satu balon bisa menggantikan peranan balon lain saat melintasi suatu wilayah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cassidy menambahkan, balon internet tersebut bakal fokus untuk menghadirkan internet bagi pengguna smartphone. Sebab, smartphone merupakan media yang dianggap paling banyak digunakan masyarakat saat ini untuk berkegiatan lewat akses maya.

Project Loon secara sederhana menyerupai Wi-Fi gratis. Setiap smartphone berkemampuan 4G LTE bakal diberi akses internet yang mumpuni. Yakni memiliki kecepatan unduh hingga 10 Mbps, atau hanya 1 Mbps lebih rendah dibandingkan kecepatan internet standar di AS.

Project Loon akan mulai diuji coba di Indonesia pada 2016 mendatang. Hal ini telah disepakati resmi oleh pihak perusahaan induk Google, Alphabet, dengan tiga operator utama Indonesia (Telkomsel, XL, dan Indosat). (FKB/WSH)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X