Operator Mulai "Jualan" Balon Google Dua Tahun Lagi

Kompas.com - 29/10/2015, 16:44 WIB
Wicak Hidayat/KOMPAS.com (kanan ke kiri) Pendiri Google Sergey Brin, Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia pada Mountain View, Rabu (28/10/2015).

KOMPAS.com - Balon internet Google segera diuji coba di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia pada 2016 mendatang. Sumatera, Kalimantan, dan Papua menjadi wilayah pertama yang akan dites.

Uji coba Project Loon telah disepakati antara perusahaan induk Google, Alphabet, dengan tiga operator utama Indonesia, Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat.

Para operator bakal menggunakan jaringan 4G LTE masing-masing pada frekuensi 900 MHz untuk uji coba teknis Project Loon.

Dalam keterangan pers yang diterima KompasTekno, XL Axiata sebagai salah satu operator pendukung Project Loon menyatakan, jangka waktu pengujian dikatakan mencapai setahun. Setelah rampung, komersialisasinya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.

Jadi, jika pengujiannya baru dilakukan tahun depan, Project Loon baru bisa benar-benar dijual layanannya paling cepat pada 2018 hingga 2019 mendatang.

"XL akan terus melakukan evaluasi terhadap potensial pasar dari penyediaan layanan Project Loon ini. XL akan melanjutkan diskusi lebih lanjut pihak Google untuk mempelajari proyek uji coba lebih dalam, baik secara teknis maupun komersial," tulis pihak XL.

Menurut Project Leader Project Loon Mike Cassidy, dibutuhkan ratusan balon Google untuk mencakup seluruh wilayah tanah air. Indonesia sendiri memiliki wilayah daratan seluas kurang lebih 750.000 meter persegi.

"Balon-balon itu nantinya tidak akan menetap di satu tempat, melainkan terus bergerak. Kami akan mengendalikan bila ada satu yang keluar jangkauan, langsung digantikan dengan yang lain," kata Cassidy kepada jurnalis KompasTekno Wicak Hidayat di kantor Google.

Diketahui, Project Loon adalah inisiasi Google yang dikembangkan di lab rahasia Google X sejak 2011. Sebelum Indonesia, Project Loon telah menyambangi Selandia Baru, Brasil dan Australia.

Project Loon secara sederhana menyerupai Wi-Fi gratis. Setiap smartphone berkemampuan 4G LTE bakal diberi akses internet yang mumpuni. Yakni memiliki kecepatan unduh hingga 10 Mbps, atau hanya 1 Mbps lebih rendah dibandingkan kecepatan internet standar di AS.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReza Wahyudi

Close Ads X