Sejarah Kamera Terus Berubah, Menjepret Gambar sudah Hitungan 0,1 Detik!

Kompas.com - 02/11/2015, 11:33 WIB
Saat ini orang lebih memilih menangkap momen menggunakan kamera ponsel. SHUTTERSTOCKSaat ini orang lebih memilih menangkap momen menggunakan kamera ponsel.
|
EditorLatief



KOMPAS.com
– Ingatan bisa hilang, namun gambar mampu menyimpan kenangan selamanya. Boleh jadi, hal itulah yang membuat orang senang mengabadikan momen lewat kamera.

Perangkat satu ini telah memberikan arti lebih pada hidup manusia. Hari ini, tak ada satu pun obyek yang luput dari jepretannya.

Namun, tahukah Anda bahwa kamera memiliki sejarah panjang? Ia tak langsung menjadi produk yang disebut kamera digital, seperti yang sekarang digenggam banyak orang.

Kelahiran kamera berawal sebuah kotak kayu yang disebut Kamera Obscura. Gambar diproyeksikan melalui lensa atau lubang jarum. Sayangnya, hasil foto tak bisa tahan lama.

Barulah pada 1826, Joseph Nicephore Niepce, menyempurnakan kamera kayu dengan menambahkan lapisan pelat tembaga dan perak. Berpose untuk satu foto memakan waktu berjam-jam dan terlihat kabur, tetapi hasil jepretan Niepce tidak cepat pudar.

Perubahan terus terjadi hingga tercipta kamera kecil yang pas dalam genggaman. Rancangan kamera pun terus diperbarui, seperti penentuan refleks dan jenis lensa yang digunakan.

Hitungan detik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dunia fotografi baru benar-benar melangkah maju dengan penemuan kamera Brownie oleh George Eastman. Kamera ini mengenalkan konsep snapshot dan mampu merebut hati pasar sejak 1900 sampai 1960-an.

Periode Eastman diikuti dengan kemunculan kamera compact yang memakai film 35 mm, kamera TLR, SLR, analog, hingga digital. Gambar yang dihasilkan pun membaik seiring dengan semakin modernnya kamera.

Kini, tren kamera dipegang oleh kamera ponsel pintar. Bahkan, kualitas potret dan rekam kamera smartphone pun tak kalah dibandingkan dengan model kamera lainnya.

Salah satu teknologi kamera terbaru itu adalah bawaan OPPO R7 Lite. Dengan ketajaman 13 megapiksel, kamera utama ponsel ini mampu menjepret gambar dalam hitungan 0,1 detik.

Ini berkat teknologi PDAF atau phase detection autofocus yang memungkinkan kamera mengunci gambar secara cepat dan akurat. Hasil foto pun akan jauh dari kata blur.

Tak hanya itu. OPPO R7 Lite juga membawa fitur continuous shot. Anda tinggal menekan tombol shutter, maka 20 gambar bidikan Anda bisa terpotret sekaligus dalam 3 detik.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X