Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2015, 11:49 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Pada Minggu (1/10/2015) pagi waktu Amerika Serikat, atau Senin (2/10/2015) dini hari waktu Indonesia, perusahaan teknologi berbasis di AS, Hewlett Packard resmi menjadi dua perusahaan berbeda.

Hewlett Packard kini menjadi dua perusahaan baru, HP Inc. yang fokus pada bisnis PC dan printer dan Hewlett Packard Enterprise Co. yang fokus pada produk server, data storage, jaringan, dan layanan keamanan.

Rencana pemisahan unit bisnis dalam Hewlett Packard menjadi dua perusahaan terpisah telah diwacanakan oleh CEO Meg Whitman sejak satu tahun lalu, tepatnya 6 Oktober 2014.

Menurut Whitman, sejak rencana itu dibuat, tim transisi dalam HP yang berjumlah sekitar 500 orang telah melakukan lebih dari 300.000 pengujian dalam sistemnya agar bekerja dengan benar, melakukan 75.000 cara baru untuk berinteraksi dengan komputer, serta mengkloning 2.800 aplikasi agar bisa dipakai di kedua perusahaan.

Kini kedua perusahaan ditargetkan bisa mendapatkan pendapatan tahunan sebesar 50 miliar dollar AS dan masuk dalam daftar 500 perusahaan terbuka terbesar di AS.

HP Inc. lebih menjanjikan?

Perpisahan antara keduanya itu ditandai dengan penjualan saham yang berbeda untuk HP Inc. dan Hewlett Packard Enterprise Co. di bursa saham AS pada awal minggu ini.

Secara mengejutkan, dikutip KompasTekno dari The Wall Street Journal, Selasa (3/11/2015), saham perusahaan baru HP Inc. ternyata naik 13 persen, dengan harga saham penutupan 13,83 dollar AS per lembar.

Sementara perusahaan induk sebelumnya yang kini menjadi Hewlett Packard Enterprise Co. sahamnya justru turun hampir 2 persen dengan harga saham penutupan 14,49 dollar AS.

Perhatian kini tertuju pada HP Inc. dengan bisnis printer dan PC pimpinan Dion Weisler yang dianggap mampu mengalahkan saudara tirinya, yaitu Hewlett Packard Enterprise Co. pimpinan Meg Whitman yang fokus pada produk-produk data center dan layanan keamanan.

Performa HP Inc. yang lebih baik di bursa saham itu menurut analis Daniel Ives adalah cerminan dari pandangan para investor yang menganggap bisnis PC dan printer lebih memiliki risiko yang rendah dibanding bisnis server.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.