Begini Proses Perakitan Ponsel 4G Lenovo di Banten

Kompas.com - 07/11/2015, 12:15 WIB
Fasilitas perakitan ponsel 4G Lenovo di pabrik milik TDK yang terletak di Serang, Banten. Reska Koko/Kompas.comFasilitas perakitan ponsel 4G Lenovo di pabrik milik TDK yang terletak di Serang, Banten.
|
EditorReza Wahyudi
SERANG, KOMPAS.com - Lenovo membangun fasilitas perakitan ponsel 4G-nya di Serang, Banten. Fasilitas produksi tersebut dioperasikan oleh PT Tridharma Kencana (TDK) dan diresmikan pada Kamis (5/11/2015).

Menurut CEO PT. TDK, Hendrik L. Karosekali, pabriknya saat ini mampu memproduksi 40.000 hingga 50.000 ponsel per bulan dengan dua jalur perakitan (assembly line).

Ke depannya, assembly line tersebut akan ditambah satu lagi menjadi tiga, dan TDK yakin mampu memenuhi target Lenovo yang memproduksi 75.000 hingga 150.000 ponsel sebulan.

KompasTekno berkesempatan mengunjungi fasilitas perakitan seluas 1.500-an meter persegi tersebut, dan melihat bagaimana komponen-komponen ponsel 4G Lenovo tersebut diterima, diperiksa, dirakit, lalu dikemas sebelum dikirim ke distributor dan sampai ke tangan pengguna.

Berikut laporannya:

Sebelum dirakit, komponen-komponen ponsel Lenovo seperti baterai, speaker, casing, layar, semua diterima dan diperiksa satu per satu apakah ada kerusakan atau tidak.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Pabrik perakitan ponsel 4G Lenovo di Banten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Komponen ponsel diterima dan diperiksa.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Komponen pendukung seperti speaker, sensor kamera, layar LCD, dan sebagianya diperiksa kualitasnya sebelum dirakit.
Setelah itu, komponen dibawa ke fasilitas perakitan di ruangan berbeda yang lebih steril.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Setelah di ruangan penerimaan barang, komponen dibawa masuk ke ruang assembly line. Sebelumnya karyawan harus melewati ruang penyedot debu.
Di sini, komponen kemudian dibongkar dan diperiksa lagi apakah ada kerusakan di dalamnya untuk diperbaiki. Komponen yang tidak bekerja dengan sempurna akan diganti.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Jalur perakitan ponsel dimulai dari sini. Raw material diterima dan diperbaiki jika ada yang tidak berfungsi.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Komponen sedang diperiksa dan diperbaiki.
Setelah itu, komponen-komponen ponsel lain seperti baterai dipasang, dan diuji dengan bermacam kartu SIM yang beredar di Indonesia.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Komponen yang perlu diganti akan diganti lalu dirakit kembali.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Setelah dirakit kembali komponen di-scan dan diperiksa.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Ponsel diuji dengan menggunakan bermacam kartu SIM yang dipakai di Indonesia, seperti Telkomsel, XL, dan Indosat untuk mengetahui fungsi radio frequency.
Ponsel kemudian melewati proses pengujian sistem oleh software yang berjalan selama dua jam.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Ponsel kemudian melalui proses uji sistem yang berlangsung selama 2 jam. Jika semua komponen sistem bekerja normal, software akan memberi tahu dan ponsel akan menuju ke proses perakitan selanjutnya.

Setelah uji sistem terlewati, ponsel kemudian melwati proses uji fungsi. Berbagai fungsi ponsel diuji di sini, seperti fungsi layar sentuh, kamera, speaker, dan sebagainya.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Ponsel kemudian dilakukan uji fungsi, seperti fungsi layar, suara, kamera, dan sebagainya.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Seorang karyawan menguji fungsi speaker ponsel Lenovo yang dirakit di PT. Tridharma Kencana (TDK) di Serang, Banten.
Setelah lolos, ponsel kemudian dikemas dengan aksesori pendukungnya.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Karton boks pembungkus disiapkan, ponsel yang selesai dirakit kemudian dikemas beserta dengan aksesorisnya.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Karton boks pembungkus disiapkan, ponsel yang selesai dirakit kemudian dikemas beserta dengan aksesorisnya.
Setelah dikemas, ponsel melewati tahapan quality control. Di sini karyawan mengetes satu per satu ponsel layaknya pengguna pertama.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Kemasan kemudian diperiksa di bagian Quality Control, petugas berperan layaknya pengguna pertama memeriksa kelengkapan dan menguji fungsi-fungsi smartphone sebelum akhirnya dikemas kembali.
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Kemasan kemudian diperiksa di bagian Quality Control, petugas berperan layaknya pengguna pertama memeriksa kelengkapan dan menguji fungsi-fungsi smartphone sebelum akhirnya dikemas kembali.
Setelah melewati proses quality control, ponsel dikemas kembali dan siap dikirimkan ke distributor.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.