Per Tahun, Epson "Keruk" Rp 2 Triliun di Indonesia - Kompas.com

Per Tahun, Epson "Keruk" Rp 2 Triliun di Indonesia

Kompas.com - 09/11/2015, 07:32 WIB
Oik Yusuf/ Kompas.com Dari kiri ke kanan: Deputy Country Manager PT Epson Indonesia Muchammad Husni Nurdin, Direktur PT Epson Indonesia Tanaka Toshimitsu, Senior GM Sales & Marketing PT Epson Indonesia Ng Ngee Kiang, dan Corporate Sales Department Head PT Epson Indonesia Andryanto Candra Wijaya berpose bersama dalam perayaan ulang tahun ke-15 PT Epson Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Bali, Sabtu (7/11/2015)

KOMPAS.com - Epson Indonesia merayakan ulang tahun ke-15 akhir minggu lalu di Hotel Ritz Carlton, Nusa Dua, Bali. Kepada wartawan yang diundang menghadiri acara, Epson menekankan pentingnya Indonesia bagi perusahaan asal Jepang tersebut.

“Omzet kami mencapai Rp 1-2 triliun per tahun, sejak 2013,” ujar Deputy Country Manager PT Epson Indonesia Muchammad Husni Nurdin saat menyampaikan presentasi di dalam acara.

Menurut Husni, sebagian besar penjualan Epson di Indonesia disumbang oleh kategori produk printer Ink Jet yang memiliki kontribusi 53 persen terhadap penjualan pada tahun fiskal 2014.

Produk printer Ink Jet Epson sekaligus diklaim menguasai pangsa pasar terbesar sebanyak 40 persen dalam periode yang sama. Pabrikan ini juga dominan di ranah printer dot matrix dengan market share di kisaran 90 persen.

Ke depan, Direktur PT Epson Indonesia Tanaka Toshimitsu menargetkan pertumbuhan bisnis “dua digit”. Mengenai angka persisnya, dia mencontohkan peningkatan penjualan 15 persen pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Pada 2016, kami ingin melanjutkan tren pertumbuhan double digit ini,” kata Toshimitsu.

Bukan cuma pasar

Husni mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Epson di wilayah Asia Tenggara dengan kontribusi mencapai 34 persen.

Dia menambahkan bahwa Epson tak hanya memandang Indonesia sebagai pasar, namun juga turut menggandeng industri Tanah Air dalam memasuki pasar dunia.

Di Indonesia, Epson memiliki di pabrik yang berlokasi di dua tempat, yakni Cikarang dan Batam. Pabrik-pabrik ini memproduksi printer kelas menengah dan high-end, termasuk untuk keperluan ekspor.

“Malahan di Indonesia juga sudah ada pusat R&D sendiri. Jadi kita bukan hanya jadi pasar, tapi juga pemain,” katanya.

Husni mencontohkan printer L-Series Epson dengn teknologi Ink Tank yang terinspirasi dari kebiasaan orang Indonesia memakai tinta suntik untuk mengisi ulang cartridge.

Sejak debut pertamanya di Indonesia pada 2010, printer L-Series Epson kini telah dipasarkan di 140 negara dan terbukti disukai oleh konsumen.

“Penerimaannya bagus. Kami sampai selalu kesulitan memenuhi permintaan,” pungkas Husni.


PenulisOik Yusuf
EditorWicak Hidayat

Komentar
Close Ads X