Kompas.com - 11/11/2015, 08:10 WIB
|
EditorWicak Hidayat

TOKYO, KOMPAS.com - Dalam semua aplikasi Google, dari Now hingga Photos, ada sebuah program machine learning yang menjadi jantung perkembangan dan kecanggihannya. Dan kini mereka baru saja membuka TensorFlow, sebutan untuk teknologi tersebut, sebagai open source.

Artinya developer manapun yang berminat mengembangkan teknologi berbasis machine learning bisa menggunakan kumpulan atau library kode milik Google itu dengan bebas.

Executive Chairman Alphabet, Eric Schmidt mengatakan langkah mereka membuka jantung Android ini adalah sebuah langkah strategis untuk mendorong perkembangan teknologi machine learning. Pasalnya teknologi tersebut masih sangat muda, belum banyak diketahui.

"Dengan cara demikian akan banyak pembuat aplikasi yang sama-sama memakai dan otomatis mengembangkannya," terang Schmidt melalui video conference dalam acara The Magic in The Machine, yang dihadiri langsung jurnalis Kompas.com, Yoga Hastyadi Widiartanto di Tokyo, Jepang, Selasa (10/11/2015).

"Kami rilis versi open source yang bisa berjalan di satu komputer, sehingga dapat dengan mudah dipakai siapa saja. Karena ini hal baru, akan lebih bermanfaat kalau ada orang menggunakan dan sama-sama mengembangkannya," imbuh Schmidt.

Senior Research Scientist and Co founder Google Deep Learning Team Greg Corrado menambahkan, TensorFlow merupakan teknologi machine learning yang paling baru. Kemampuannya adalah membuat proses mengenali dan menganalisa data menjadi lebih cepat ketimbang teknologi sebelumnya.

Teknologi ini membuat sebuah mesin bisa belajar dari pengalaman sendiri. Misalnya, seiring Anda membuka Gmail dan menandai sebuah surat sebagai spam, maka sistem akan belajar menghafal ciri-citi dokumen tersebut.

Selanjutnya data yang terkumpul menjadi bahan analisa, sehingga tiap ada surat atau email yang mirip agar ditandai sebagai spam.

"Baru malam tadi kami merilis open source standard software library untuk machine learning, namanya TensorFlow. Kami rilis ini dalam lisensi Apache yang sangat fleksibel," terang Corrado.

"Saya rasa library machine learning ini sangat penting. Intinya adalah untuk memiliki open software standard bagi machine learning sehingga orang bisa belajar tentang sistem tersebut," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.