"Smartphone" Ini Selamatkan Nyawa Korban Serangan Paris

Kompas.com - 14/11/2015, 17:08 WIB
Sylvestre saat menceritakan kejadian penembakan iTeleSylvestre saat menceritakan kejadian penembakan
Penulis Deliusno
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Serangan teroris di kota Paris pada Jumat (13/11/2015) malam menyisakan beberapa kisah menarik. Salah satunya dialami oleh seorang korban bernama Sylvestre.

Kepada media Perancis, iTele, Sylvestre menceritakan peristiwa di salah satu tempat kejadian, tepatnya di luar stadion Stade de France. Ia mengaku terjebak di tengah-tengah penembakan yang dilakukan oleh teroris.

Ajaibnya, Sylvestre berhasil selamat dari kejadian tersebut. Pria ini, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Sydney Morning Herald, Sabtu (14/11/2015), diselamatkan oleh smartphone miliknya.

Sylvestre mengklaim, kepalanya bisa saja "meledak" akibat terkena peluru. Namun, smartphone itu berhasil melindungi kepalanya. Tampaknya, body dari perangkat tersebut mampu meredam kecepatan sebuah peluru.

Tidak dirinci, seri smartphone yang digunakan olehnya. Akan tetapi, berdasarkan foto yang dilansir, tampaknya Sylvestre menggunakan Samsung Galaxy S6 atau Galaxy S6 Plus.

Di perangkat, nama "Samsung" memang tertulis. Sementara itu, peletakan lensa dan lampu flash yang terlihat di foto memang tidak berbeda dari Galaxy S6.

Bagian belakang perangkat tersebut memang terlihat membengkok, tampak seperti terkena peluru. Di bagian depannya, kaca perangkat tampak retak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lihat, ini ponsel yang menyelamatkan nyawa saya. Kalau tidak, kepala saya sudah meledak," katanya.

iTele Smartphone Samsung terkena tembakan peluru

Meskipun selamat, Sylvestre mengaku mengalami luka tembak di dua bagian tubuh. Ia tertembak di bagian kaki dan juga bagian badan.

Sylvestre menceritakan bahwa ada sebuah peluru yang mengarah langsung ke bagian tulang rusuknya. Untungnya, ia hanya mengalami goresan. Peluru itu tidak bersarang di dalam tubuh.

Sylvestre menduga bahwa jaket tebal yang dipakainya menyelamatkan dirinya dari luka berat. Jaketnya memang cukup tebal sehingga mampu mengurangi kecepatan peluru.

"Saya tidak ingin ini terjadi kepada siapa saja," ujarnya.

Di stadion itu, pertandingan sepak bola persahabatan sebenarnya sedang berlangsung antara Perancis dan Jerman.

Di dalam stadion, Presiden Perancis Francois Hollande hadir bersama 80.000 penonton. Hollande berhasil dievakuasi beberapa saat setelah ledakan bom terdengar dari arah luar stadion.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.