Kompas.com - 20/11/2015, 18:47 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Kelompok peretas Anonymous menyerang sebuah startup bernama CloudFare karena diduga layanan web itu telah melindungi "markas digital" alias situs-situs pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

CloudFare merupakan startup yang menawarkan perlindungan cyber untuk klien mereka. Menurut Anonymous, salah satu layanan mereka adalah perlindungan dari serangan distributed denial of service (DDoS). Caranya, mereka menetralkan berbagai koneksi jahat yang berpotensi menyerang sebuah situs.

Di sisi lain, serangan DDoS tersebut merupakan jenis serangan yang populer digunakan para hacker untuk menjebol pertahanan cyber targetnya, termasuk Anonymous.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Guardian, Jumat (20/11/2015), seorang anggota kelompok peretas itu kemudian mengonfirmasi bahwa situs-situs pendukung ISIS telah menggunakan teknologi serupa dengan CloudFare untuk melindungi diri.

Ghost Security Group, salah satu afiliasi Anonymous, menemukan bahwa ada sekitar 40 web pendukung ISIS yang dilindungi oleh CloudFare. 34 diantaranya merupakan situs propaganda, 4 forum diskusi, serta 2 situs layanan teknis.

Namun, CloudFare menanggapinya dingin. Mereka memang sudah sering dituduh seperti itu, dan selalu berargumen bahwa perusahaannya tidak bertanggung jawab atas konten yang dipublikasi dalam jaringannya.

Sebelumnya, pada 2013 lalu pun pernah ada tudingan serupa. Hanya saja yang menuding CloudFare adalah seorang jurnalis majalah Kernel, bernama James Cook.

Chief Executive CloudFare Matthew Prince pun menanggapi hal itu melalui sebuah blog. Dia menyatakan pandangannya bahwa sebuah situs hanya berisi pidato, dan tidak ada bahaya nyata di dalamnya.

"Kalau kami menerima perintah pengadilan resmi untuk berhenti melayani seorang pelanggan, maka kami akan patuh. Hingga saat ini tidak ada pengadilan yang meminta kami memusnahkan situs tersebut, apalagi perintah resmi," tulis Prince.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.