Kompas.com - 26/11/2015, 09:33 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Penduduk China disarankan untuk tidak lagi menggunakan virtual private network (VPN) di negara tersebut. Jika masih membandel, bisa jadi layanan internet yang dimiliki bisa ditutup secara paksa oleh pemerintah.

Sudah menjadi rahasia umum, China memblokir berbagai situs asing, seperti Facebook, Twitter, dan Google. Tak hanya itu, layanan chatting populer, seperti WhatsApp dan Telegram, juga tidak luput dari pemblokiran.

Penduduk China tidak kehabisan akal dalam menghadapi pemblokiran ini. Kebanyakan warga menggunakan VPN untuk mengakses berbagai layanan internet dari luar negeri.

Namun, pihak pemerintah tidak kalah cerdik. Sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Next Web, Rabu (25/11/2015), pemerintah mulai mematikan koneksi seluler milik warga yang ketahuan menggunakan VPN dan aplikasi milik asing.

Kabar mengenai pemutusan koneksi seluler itu sendiri diceritakan oleh warga wilayah Xinjiang yang terkena kasus tersebut.

Warga itu sendiri tidak mau menyebutkan namanya karena khawatir akan terus dihambat oleh pihak berwenang. Akan tetapi, ia masih mau membagikan pesan yang diterima sebelum koneksi selulernya ditutup.

"Atas pemberitahuan dari pihak kepolisian, kami akan mematikan nomor ponsel Anda selama dua jam sesuai dengan hukum. Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan berkonsultasi dengan polisi cyber yang berafiliasi dengan kantor polisi di daerah sekitar sesegera mungkin," demikian isi pesan tersebut.

Hingga saat ini, masih belum diketahui apakah nomor telepon milik warga yang terdampak sudah kembali aktif atau tidak. Pihak operator lokal pun menolak untuk berkomentar.

Pun demikian, tidak diketahui tindakan hukum apa yang bakal diterima warga asing jika coba-coba menggunakan VPN di China.

Langkah pemerintah untuk memblokir sinyal seluler ini sendiri dikatakan sebagai respons terhadap penyerangan teror di Paris beberapa waktu lalu. Dengan cara seperti ini, pemerintah bisa secara ketat mengawasi komunikasi yang terjadi di internet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber TNW
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.