Jet Tempur "Puber Kedua" Dipakai Gempur ISIS

Kompas.com - 01/12/2015, 10:47 WIB
Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-24 bombers diparkir di Pangkalan Udara Hmeimim di Provinsi Latakia, Suriah, Sabtu (3/10/2015). AFP PHOTO / KOMSOMOLSKAYA PRAVDA / ALEXANDER KOTSPesawat tempur Rusia Sukhoi Su-24 bombers diparkir di Pangkalan Udara Hmeimim di Provinsi Latakia, Suriah, Sabtu (3/10/2015).
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Operasi militer menumpas pemberontak Negara Islam Irak-Suriah ( ISIS) di Suriah yang digalakkan oleh Rusia dan beberapa negara anggota NATO, membuktikan bahwa jet-jet tempur "tua" masih bisa diandalkan dalam sebuah misi perang.

"Tua" yang dimaksud di sini adalah dihitung berdasar kapan jet-jet penempur dan pengebom itu pertama kali terbang perdana, bukan dihitung dari kapan tahun produksinya.

Bisa jadi pesawat yang dioperasikan tersebut, walau pertama kali diperkenalkan di tahun 70-80-an, namun diproduksi pada dekade 90-an. Tentu saja untuk mengetahui tahun produksi pesawat-pesawat tempur yang berlaga di Suriah, kita mesti tahu informasi tentang nomor airframe-nya.

Selain itu, beberapa varian juga dibuat dengan diberikan upgrade untuk mengikuti perkembangan zaman. Seperti pembaruan avionik, kokpit yang lebih modern, serta teknologi lain termasuk helmet-mounted targeting system, seperti dalam Su-24M Rusia.

Rusia menjadi negara yang mengirim banyak jet tempur yang produksinya sudah dimulai sejak 30 tahun yang lalu. Tengok saja Su-24 yang ramai diperbincangkan setelah ditembak jatuh F-16 AU Turki.

Bomber dengan desain dua kursi yang berdampingan itu terbang perdana pada dekade 60-an.

Bomber lain yang dimobilisasi Rusia ke Suriah adalah Tupolev Tu-160 yang oleh NATO dijuluki dengan "Blackjack." Bomber ini terbang perdana pada 1981.

Bomber paling tua yang diboyong Rusia untuk menggempur basis-basis pertahanan ISIS adalah Tuploev Tu-95 "Bear" yang diperkenalkan pertama kali pada 1952.

Ketiga bomber Rusia tersebut masih didukung oleh pesawat jet tanker Ilyusin Il-78 yang produksinya dimulai pada tahun 1980-an.

The Avionistist Pesawat tanker Ilyushin Il-78 sedang mengisi bahan bakar bomber Tupolev Tu-160 Rusia.

Video tanker Il-78 yang mengisi ulang bahan bakar Tu-160 bisa dilihat di tautan berikut ini.

Bomber Angkatan Udara AS juga ikut berlaga di Suriah, AS mengirimkan B-1B Lancer buatan Rockwell (belakangan diakuisisi Boeing) yang produksinya dimulai pada 1983 lalu.   

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X