Smartfren Uji Internet 4G LTE di Sumatera Utara

Kompas.com - 02/12/2015, 16:58 WIB
Munir Syahda Prabowo, Head of Network Special Project Smartfren memaparkan hasil uji jaringan Smartfren di Medan, Rabu (2/12/2015). Deliusno/Kompas.comMunir Syahda Prabowo, Head of Network Special Project Smartfren memaparkan hasil uji jaringan Smartfren di Medan, Rabu (2/12/2015).
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi
MEDAN, KOMPAS.com - Setelah wilayah Jawa Barat, operator seluler Smartfren melakukan serangkaian uji coba jaringan 4G LTE Advance di provinsi Sumatera Utara.

Pengujian ini dilakukan selama dua hari den‎gan menyusuri berbagai wilayah di provinsi Sumatera Utara. Tahap pertama, Rabu (2/12/2015), tim Smartfren melakukan pengujian dari kota Medan ke Pematangsiantar (sekitar 128 km dari Medan), dan diakhiri di wilayah Belige.

Sedangkan, pada hari kedua, Kamis (3/12/2015), pengujian dilakukan dari wilayah Balige menuju Brastagi.

Menurut Munir Syahda Prabowo, Head of Network Special Project Smartfren, Smartfren sengaja memilih Sumatera Utara untuk pengujian kali ini karena ingin membuktikan bahwa jaringan 4G LTE miliknya juga kuat di luar pulau Jawa.

"Kami tidak hanya ingin menyajikan informasi kecepatan melalui rilis (keterangan pers) saja, tetapi fakta langsung di lapangan," ujar Munir.

Pengujian jaringan 4G LTE Advance milik Smartfren ini menggunakan aplikasi Nperf dan Speedtest dari Ookla.

Berdasarkan pengujian sementara yang dilakukan oleh KompasTekno di kota Medan, aplikasi Nperf mencatat kecepatan rata-rata download antara 17 Mbps hingga 22 Mbps dan upload antara 2 Mbps hingga 3 Mbps.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menjelang ‎seputar wilayah Jalan Raya Medan, aplikasi Nperf mencatat kecepatan rata-rata download antara 4 Mbps hingga 5 Mbps dan upload sekitar 2 Mbps.

Setelah keluar kota Medan, kecepatan unduh sedikit meningkat ke angka 14 Mbps hingga 15 Mbps. Untuk upload meningkat hingga 4 Mbps.

Menonton video 720P melalui aplikasi YouTube dapat berjalan cukup lancar. Memang terjadi buffering, tetapi tidak terlalu mengganggu.

Sedangkan, saat streaming video 1080p, jaringan 4G LTE Smartfren sedikit kewalahan. Cukup sering terjadi buffering dengan durasi antara 3 hingga 5 detik.

Smartfren kini sudah membangun 400 unit BTS 4G, di mana 200 unit BTS memiliki teknologi Carrier Aggregation atau mendukung penyatuan teknologi FDD dan TDD dalam satu perangkat.

Di wilayah Sumbagut (Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Aceh, dan Sumatera Utara), jumlah BTS 4G milik Smartfren mencapai 600 unit.

Saat ini, layanan 4G LTE milik Smartfren telah dirilis secara komersil di 22 kota pada pertengahan Agustus lalu. Anak perusahaan Sinar Mas ini menggunakan dua frekuensi untuk jaringan tersebut, yakni 850 MHz dan 2.300 MHz.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.