Kompas.com - 04/12/2015, 08:09 WIB
|
EditorWicak Hidayat

Investigasi modul RTLU (Rudder Travel Limiter Unit)

Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil mengangkat bagian ekor pesawat PK-AXC dar dasar laut. Bagian ekor pesawat dengan vertical stabilizer (sirip tegak) yang relatif utuh itu adalah bagian penting karena di dalamnya terdapat modul RTLU yang telah dicurigai sebagai penyebab jatuhnya QZ8501.

Kecurigaan tersebut muncul berdasar catatan perawatan pesawat yang menyebut dalam satu tahun terakhir terjadi 23 kali kerusakan terkait dengan unit RTL tersebut.

RTLU yang diambil dari reruntuhan pesawat A320 registrasi PK-AXC tersebut dikirim oleh KNKT ke biro penyelidik kecelakaan pesawat udara Perancis, BEA pada 16 Juni 2015.

Pemeriksaan komponen papan sirkuit yang dilakukan oleh BEA menunjukkan bahwa papan sirkuit channel A dan B memiliki retakan dalam timah solderannya.

KNKT Foto retakan di modul elektronik RTLU milik Airbus A320 AirAsia PK-AXC. Retakan ditunjukkan oleh anak panah putih di sebelah kanan atas.
"Retakan tersebut bisa membuat aliran listrik tersendat-sendat dan membuat RTLU gagal berfungsi," demikian tulis laporan KNKT.

BEA menyimpulkan, keretakan tersebut bisa diakibatkan oleh siklus panas yang dihasilkan saat perangkat menyala dan dimatikan, serta perbedaan kondisi lingkungan yang dialami selama di darat dan di udara.

Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Ketua Sub Komite Kecelakaan Pesawat Udara KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Selasa (1/12/2015).

"Kondisi bagian ekor menjadi sangat panas saat di bandara dan sangat dingin ketika berada di udara, bahkan sampai berada di bawah 50 derajat celsius," demikian kata Nurcahyo.

Arus listrik yang tersendat-sendat dalam papan sirkuit yang mengontrol RTLU inilah yang memunculkan pesan di kokpit yang berulang-ulang.

Data FDR (flight data recorder) menunjukkan bahwa komputer penerbangan di-reset saat berada di udara dengan cara mencabut kedua sekring yang ada di kokpit setelah pesan peringatan RTLU muncul ke empat kalinya sepanjang penerbangan antara Surabaya-Singapura itu.

Dengan me-reset komputer penerbangan, beberapa proteksi terhadap attitude pesawat menjadi mati, termasuk proteksi yang menjaga agar pesawat tidak bergerak di luar batas kendali (upset condition).

Setelah mengalami upset condition, kronologi kejadian berlangsung seperti diceritakan di atas, pesawat mengalami stall hingga jatuh di selat Karimata.

Semua kejadian dari mereset FAC1 dan 2 dengan cara melepas sekring, hingga rekaman data FDR terakhir bisa dibaca, berlangsung hanya dalam waktu kurang dari 3 menit.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menghindari Aplikasi MyPertamina Palsu yang Berpotensi Curi Data Pengguna

Cara Menghindari Aplikasi MyPertamina Palsu yang Berpotensi Curi Data Pengguna

Software
Instagram Uji Coba Ubah Semua Video yang Diunggah Jadi Reels

Instagram Uji Coba Ubah Semua Video yang Diunggah Jadi Reels

Software
Daftar Harga iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max Terbaru Juli 2022

Daftar Harga iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max Terbaru Juli 2022

Gadget
Pria yang Terapung di Tengah Laut Selamat Berkat Apple Watch

Pria yang Terapung di Tengah Laut Selamat Berkat Apple Watch

Gadget
Membosankan dan Mirip Semua, Alasan Samsung Bikin Ponsel Layar Lipat

Membosankan dan Mirip Semua, Alasan Samsung Bikin Ponsel Layar Lipat

Gadget
Hati-hati Jangan Tertipu Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Link Resminya di Play Store dan App Store

Hati-hati Jangan Tertipu Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Link Resminya di Play Store dan App Store

Software
Daftar HP Android Terkencang Juni 2022 Versi AnTuTu, Black Shark 5 Pro Teratas

Daftar HP Android Terkencang Juni 2022 Versi AnTuTu, Black Shark 5 Pro Teratas

Gadget
Daftar Harga iPhone Terbaru Juli 2022: iPhone SE 2, iPhone 11, iPhone 12, iPhone SE 3, iPhone 13 Series

Daftar Harga iPhone Terbaru Juli 2022: iPhone SE 2, iPhone 11, iPhone 12, iPhone SE 3, iPhone 13 Series

Gadget
Starlink Dijanjikan Masuk Indonesia 2023, Seberapa Kencang Internetnya?

Starlink Dijanjikan Masuk Indonesia 2023, Seberapa Kencang Internetnya?

Internet
Cara Daftar TikTok Affiliate untuk Cari Uang Tambahan

Cara Daftar TikTok Affiliate untuk Cari Uang Tambahan

e-Business
Xiaomi Rilis Mi Band 7 Pro Mirip Smartwatch, Layar AMOLED dan GPS Built-in

Xiaomi Rilis Mi Band 7 Pro Mirip Smartwatch, Layar AMOLED dan GPS Built-in

Gadget
Xiaomi 12S Ultra Resmi Dirilis dengan Kamera 50 MP Berlensa Leica

Xiaomi 12S Ultra Resmi Dirilis dengan Kamera 50 MP Berlensa Leica

Gadget
Alasan Samsung 'Pede' Bawa Ponsel 5G ke Indonesia Meski Jaringan Belum Rata

Alasan Samsung "Pede" Bawa Ponsel 5G ke Indonesia Meski Jaringan Belum Rata

Gadget
Samsung Butuh 7 Tahun untuk Bikin Ponsel Layar Lipat

Samsung Butuh 7 Tahun untuk Bikin Ponsel Layar Lipat

Gadget
TM Roh: Fitur Flagship di Galaxy A, Strategi Samsung Hadapi Ponsel China

TM Roh: Fitur Flagship di Galaxy A, Strategi Samsung Hadapi Ponsel China

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.