Menyemai untuk Masa Depan, Belajar hingga ke Tiongkok

Kompas.com - 04/12/2015, 15:02 WIB
Penulis Amir Sodikin
|
EditorWicak Hidayat

SHENZHEN, KOMPAS.com - Sebanyak 12 mahasiswa terbaik dari 10 universitas di Indonesia mengikuti kegiatan bertajuk “Seeds for The Future” atau “Benih untuk Masa Depan” di Tiongkok yang dikirim oleh PT Huawei Tech Investment.

Kegiatan yang mirip pelatihan dan kursus singkat di pusat Huawei, atau disebut “Huawei Undergraduate Work Program” ini digelar selama dua pekan di dua kota Tiongkok yaitu di Beijing dan Shenzhen.

Jumat (4/12), ke-12 mahasiswa tersebut berhasil menamatkan kursus singkat dan berhak mengikuti upacara kelulusan. Upacara kelulusan ini digelar di Kampus Huawei di Shenzhen, Tiongkok.

Vice President Global Public Affairs Huawei Technologies Co Ltd, David Harmon mengatakan pelatihan ini telah diikuti oleh tiga negara yang begitu berwarna baik dari sisi pengetahuan maupun budaya.

“Semoga pelatihan ini menjadi awal untuk menjalin hubungan kalian dengan Tiongkok sebagai negara dan juga dengan Huawei sebagai perusahaan,” kata Harmon.

Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia, mengatakan, pihaknya berusaha mewujudkan komitmen untuk mengembangkan kualitas anak-anak muda Indonesia di bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK).

“Sumber daya manusia yang berkualitas adalah pilar pembangunan dan kemajuan teknologi suatu negara. Kami mewujudkan komitmen untuk mengembangkan kualitas talenta muda lokal agar maju di bidang TIK,” kata Sheng Kai.

Senior Corporate Communication Manager Public Affairs and Communications Department PT Huawei Tech Investment, Yunny Christine, di sela-sela mendampingi para mahasiswa, mengatakan, selain Indonesia, program ini juga diikuti mahasiswa lainnya dari negara Botswana dan Serbia.

“Mereka di sini belajar pengetahuan dasar di bidang teknologi, termasuk juga belajar soal budaya Tiongkok,” kata Yunni.

“Secara umum, program pendidikan dan pelatihan singkat ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa terbaik untuk melihat secara langsung proses operasional dan inovasi Huawei sebagai perusahaan teknologi global,” lanjut Yunni.

Kompas/Amir Sodikin Para mahasiswa pilihan dari tiga negara yaitu Indonesia, Serbia, dan Boswana, sedang mengikuti pelajaran di ruang kelas, Kampus Huawei, di Shenzhen, Tiongkok, Jumat (4/12/2015). Mereka belajar dari aspek teknologi hingga budaya.

Program “Seed for The Future” sudah berlangsung sejak 2011. Huawei Indonesia telah berpartisipasi dalam program ini selama tiga tahun berturut-turut.

Sebanyak 12 mahasiswa terbaik dari Indonesia diseleksi dari pelatihan Huawei Certified Network Associate (HCNA) sebelumnya.

Pelatihan HCNA ini merupakan bagian dari CSR Student Training Certification dari Huawei yang diikuti oleh 250 mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Telkom University (Tel U), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Institut Teknologi DEL (IT DEL).

Peserta pelatihan dari Universitas Brawijaya, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro Muhammad Yasir Amri, mengatakan, setelah mengikuti pelatihan ini, dia baru menyadari ternyata TIK di Tiongkok telah berkembang pesat.

“Kita ternyata jauh tertinggal. Saya jadi banyak inspirasi untuk bagaimana bisa mendorong sesama teman di Indonesia agar bisa mengejar ketertinggalan,” kata Amri.

Muhammad Haekal, peserta pelatihan dari Universitas Indonesia, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro, mengatakan kultur di Tiongkok ternyata lebih disiplin daripada di Indonesia.

“Kultur disiplin inilah yang harus kita adopsi, selain dari sisi teknologi produk-produk Tiongkok ternyata tak kalah bagus,” katanya.

Steven Jhonson Haposan Siahaan, peserta pelatihan dari Institut Teknologi DEL Sumatera Utara, Fakutas Elektro dan Informatika, mengatakan pelatihan ini telah menginspirasi dirinya untuk lebih baik lagi menekuni bidang TIK.

“Setelah dari sini, saya bercita-cita untuk bisa bekerja di perusahaan bidang TIK,” katanya.

Peserta pelatihan dari Institut Teknologi Bandung, Fakultas Teknik Telekomunikasi jurusan Teknik Elektro dan Informatika, Anak Agung Goldha Fidhanda Putra, mengatakan, pelatihan ini telah melengkapi dasar-dasar teori yang ia peroleh dari kampus.

“Sekarang saya bisa tahu seperti apa implementasinya di bidang teknologi,” katanya.

Mardiyah Rahmah Tanjung, peserta dari Universitas Gadjah Mada, Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, mengatakan ia semakin tahu perkembangan teknologi jaringan, mulai dari generasi pertama atau 1G hingga generasi kelima atau 5G.

Fattah Azzuhryrahadian dari Universitas Gadjah Mada Fakultas MIPA jurusan Ilmu Komputer mengatakan, banyak hal yang bisa diepalajari dari negeri Tiongkok.

“Mulai dari perkembangan teknologinya, inovasi produknya, hingga kultur budayanya yang masih mereka pegang teguh,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.