Apa Saja Komponen Lokal Pesawat N219?

Kompas.com - 11/12/2015, 15:03 WIB
Pesawat turboprop N219 saat di-roll-out di hangar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015). Reska K. Nistanto/KOMPAS.comPesawat turboprop N219 saat di-roll-out di hangar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015).
|
EditorWicak Hidayat
BANDUNG, KOMPAS.com — PT Dirgantara Indonesia mengklaim, kandungan lokal dalam pesawat turboprop buatannya, N219, saat ini sudah sekitar 40 persen.

"Saat ini, kami estimasi sekitar 40 persen. Kami belum tahu exact-nya berapa," demikian kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI) Andi Alisjahbana kepada KompasTekno, Kamis (10/12/2015) di hangar N219 di PT DI, Bandung, Jawa Barat.

Andi menjelaskan, yang pasti semua komponen badan adalah buatan PT DI. Lalu, komponen-komponen N219 apa lagi yang telah diproduksi di dalam negeri?

"Ada komponen yang biasa kita beli dari luar sekarang diproduksi di dalam negeri," kata Andi di sela acara peluncuran N219 di Bandung.

Andi mencontohkan kaca depan pesawat (windshield) yang rupanya dibuat oleh pabrik yang biasa membuat kaca mobil di dalam negeri.

"Ini kaca buatan lokal. Tepatnya, pabrik yang biasa bikin kaca mobil," kata Andi tanpa memerinci pabrik yang dimaksud.

Andi juga menjelaskan, switch dan knob yang terpasang di kokpit pesawat juga dibuat oleh pabrik di Surabaya.

"Kalau display gedenya itu bukan (buatan dalam negeri). Itu Garmin punya," katanya.

Andi berharap, PT DI bisa merangkul hingga 23 industri lokal yang bisa memasok komponen untuk pesawat buatannya, N219.

Saat ini, PT DI masih berupaya untuk merangkul industri-industri lokal tersebut agar mau bergabung dengan proyek pembangunan pesawatnya itu. "Belum semuanya berhasil (digandeng)," ujarnya.

Rencananya, pemerintah ingin menambah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam pesawat N219 menjadi 60 persen pada masa mendatang, seperti sempat diutarakan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin.

"Kami akan mendorong terus, kalau bisa sampai 60 persen. Dengan begitu, industri komponen di dalam negeri bisa kembali pulih," kata Saleh Husin kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (18/9/2015) lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X