Kompas.com - 13/12/2015, 07:35 WIB
Ketua ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli Yoga Hastyadi/Kompas.comKetua ATSI sekaligus CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli
|
EditorOik Yusuf
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan niatnya untuk mendorong terwujudnya pemain aplikasi over the top (OTT) lokal.

ATSI berencana memilih lima startup lokal yang bergerak di bidang aplikasi pesan atau media sosial. Selanjutnya, pembuat aplikasi tersebut akan dibina dengan target bisa mewujudkan kualitas yang sanggup mengalahkan Google atau Facebook.

Ketua ATSI Alexander Rusli mengatakan saat ini mereka belum diputuskan siapa saja yang mendapatkan bantuan pembinaan. Karena itu, startup manapun masih boleh mendaftar dengan mengirimkan proposal ke Sekretariat ATSI, asalkan sesuai dengan ketentuan.

ATSI berdiskusi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menetapkan ketentuan penyaringan tersebut.

Syaratnya, startup mesti berupa layanan berkirim pesan atau media sosial, tidak berafiliasi dengan operator telekomunikasi tertentu, 100 persen milik lokal dan sudah berbadan hukum.

Berikutnya, mereka harus sudah memiliki jumlah pelanggan 100 ribu orang, namun belum mencapai 500 ribu orang dan memiliki aplikasi Android.

"Nanti pertengahan Januari 2016 akan kita umumkan (3 startup yang akan didukung). Kita akan bantu mereka dengan mempromosikan kepada para pengguna seluler kita, baik lewat SMS hingga MMS langsung," terang Alex, di sela-sela peluncuran 4G LTE Revolusi Digital, di Museum Nasional, Jumat (11/12/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selanjutnya, kita akan lihat perkembangannya selama enam bulan. Kalau bagus, kita akan tambah OTT yang dibantu," imbuhnya.

Sekadar diketahui, aplikasi memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem 4G LTE. Teknologi internet cepat itu sudah selesai dan dibuka untuk komersil, namun perlu ada perangkat untuk mengakses serta aplikasi yang berjalan di atasnya.

Dari sisi perangkat, pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo, mendorong terwujudnya aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat 4G LTE. Salah satu tujuannya adalah agar muncul perangkat yang harganya lebih murah.

Selanjutnya, aplikasi diperlukan agar para pengguna smartphone memiliki alasan memakai teknologi internet cepat. Tanpa adanya aplikasi atau alasan penggunaan, maka ekosistem tidak akan lengkap.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.