Go-Jek Klaim Data Pengguna dan "Driver" Aman, Faktanya?

Kompas.com - 12/01/2016, 14:49 WIB
Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut Oik Yusuf/ Kompas.comHelm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut
Penulis Reza Wahyudi
|
EditorOik Yusuf
KOMPAS.com - Perusahaan Go-Jek akhirnya angkat bicara soal bocornya data pengguna dan driver layanannya. Kebocoran data ini pertama kali dibeberkan oleh Yohanes Nugroho melalui sebuah postingan di blog pribadinya pada awal Januari lalu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Selasa (12/1/2015), CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengklaim, pihaknya telah membenahi dan menyelesaikan hampir seluruh bug yang diungkap oleh Yohanes.

Namun, menurut Nadiem, memang belum 100 persen sempurna, namun akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan.

"Keamanan data selalu menjadi prioritas utama kami. Demi keamanan dan kenyamanan para pelanggan, Go-Jek akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem layanan kami," kata Nadiem.

Meski sempat terjadi kebocoran di aplikasi Go-Jek, Nadiem menjamin data milik pengguna dan driver aman. Nilai kredit yang sudah diperoleh pengguna maupun pengemudi Go-Jek tetap berlaku sesuai ketentuan yang ada.

"Kami menjamin temuan mengenai bug ini tidak merugikan pelanggan dan mitra driver," ujar Nadiem.

Gara-gara bug tersebut, informasi-informasi sensitif, seperti e-mail, nomor ponsel pengguna, tujuan, hingga jenis makanan yang dipesan lewat Go-Food berikut harganya pun bisa diintip dengan sedikit pengetahuan teknis.

Data masih bocor

Terkait klaim pihak Go-Jek di atas, KompasTekno kembali menjajal tautan yang merujuk ke basis data Go-Jek. Tautan ini diberikan oleh Yohanes Nugroho untuk mengecek keberadaan bug di Go-Jek, apakah sudah diperbaiki atau belum.

Saat dijajal hanya dengan menggunakan browser pada Selasa (12/1/2015), KompasTekno masih bisa membuka data beberapa pengguna Go-Jek dan catatan pemakaiannya. Data lengkap supir Go-Jek pun masih bisa bocor.

Kondisi ini masih sama saat terakhir dicoba dan dikonfirmasi oleh sang penemu bug. "Sampai saat ini beberapa bug yang saya sebutkan masih ada," kata Yohanes, Senin (11/1/2016) pagi.

Pihak Go-Jek menyebutkan memang belum memperbaiki seluruh bug dan baru akan menyelesaikannya dalam beberapa hari ke depan.

Namun, klaim Nadiem, bahwa data pengguna dan driver sudah aman sepertinya terbantahkan. Setidaknya sampai berita ini diturunkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X