Peneliti Ciptakan Baterai Pintar "Anti Meledak"

Kompas.com - 18/01/2016, 12:17 WIB
Ilustrasi baterai ponsel istIlustrasi baterai ponsel
|
EditorOik Yusuf
Peneliti dari stanford University berhasil membuat sebuah baterai lithium-ion anti meledak. Caranya dengan menyematkan elemen khusus agar aliran listrik pada baterai otomatis putus ketika terjadi kelebihan panas.

Dengan demikian kelebihan panas tersebut tidak akan menimbulkan kebakaran atau sampai memicu ledakan baterai. Setelah suhu kembali dingin, bateri pun otomatis bekerja kembali.

Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti, yang antara lain terdiri dari Zhenan Bao, profesor bidang teknik kimia di Stanford, Yi Cui, profesor teknik dan ilmu bidang foton, serta Zheng Chen, mahasiswa pasca doktoral.

"Orang-orang sudah mecoba berbagai cara untuk mengatasi masalah potensi kebakaran pada baterai lithium-ion. Kini kami telah merancang baterai pertama yang bisa mati dan kembali hidup secara otomatis, tanpa menurunkan kinerjanya," terang Bao.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari halaman resmi Stanford University, Senin (18/1/2016), suhu baterai lithium-ion akan naik jika ditusuk, mengalami korslet atau di-charge terlalu lama.

Jika suhu sudah mencapai 150 derajat Celcius, maka baterai bisa terbakar dan memicu ledakan. Maka Bao dan rekan-rekannya mencoba mengatasi masalah tersebut menggunakan teknologi nano.

Pertama, mereka membuat sebuah partikel nikel berukuran kecil yang memiliki duri-duri ukuran nano di permukaannya. Kemudian duri-duri tersebut dilapisi dengan graphene, yaitu lapisan karbon seukuran atom.

Langkah berikutnya adalah menyematkan partikel ramuan mereka ke lapisan film tipis yang terbuat dari polyethylene elastis.

"Kami sematkan polyethylene itu pada salah satu elektroda baterai sehingga arus listrik bisa mengalir melaluinya," terang Chen, yang berperan menulis penelitian tersebut.

Ketika terjadi panas berlebihan, bahan polyethylene akan meregang dan duri-duri nikel yang disematkan padanya terpisah satu sama lain. Aliran listrik otomatis putus.

Sedangkan saat mendingin, lapisan tersebut kembali merapat sehingga duri-duri itu ikut menyatu dan bisa dialiri listrik.

Teknologi ini akan sangat berguna bagi banyak peralatan yang membutuhkan baterai, mulai dari komputer hingga ponsel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X