Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gratis Selamanya, WhatsApp Dapat Uang dari Mana?

Kompas.com - 19/01/2016, 11:40 WIB
Penulis Reza Wahyudi
|
EditorOik Yusuf
KOMPAS.com — WhatsApp baru saja mengumumkan penghapusan biaya berlangganan sebesar 1 dollar AS per tahun. Ini berarti layanan WhatsApp bisa digunakan secara gratis untuk selamanya.

Pengumuman ini dilakukan pada saat layanan pesan instan tersebut sudah digunakan oleh hampir 1 miliar orang, tepatnya 990 juta pengguna.

"(Pengguna) kami masih kurang 10 juta lagi," kata CEO WhastApp Jan Koum dalam blog perusahaan, seperti dikutip KompasTekno, Selasa (19/1/2016).

Dengan penghapusan biaya berlangganan tersebut, pertanyaan yang muncul adalah dari mana WhatsApp memperoleh pemasukan?

Sejak dibeli oleh Facebook pada Februari 2014 dengan "mahar" Rp 223 triliun, WhatsApp memang belum menghasilkan apa-apa selain biaya berlangganan 1 dollar AS untuk tahun pertama.

Banyak yang menduga, WhatsApp akan mulai menyelipkan iklan dalam aplikasi pesan instannya. Namun, Koum mengatakan, rencana masa depan WhatsApp tidak terkait dengan iklan.

"Bagaimana WhatsApp bisa tetap beroperasi tanpa ada pemasukan. Apakah bakal ada iklan dari pihak ketiga? Jawabannya tidak," kata Koum.

Sejak pertama didirikan hingga diakuisisi Facebook, WhatsApp telah berjanji tidak akan memasukkan iklan dalam layanannya.

Tidak memasukkan iklan, WhatsApp alih-alih punya rencana lain untuk mendulang pemasukan. Caranya dengan menyasar perusahaan-perusahaan yang ingin memanfaatkan basis data pengguna yang dimiliki WhatsApp.

Bentuknya tetap bukan iklan. Perusahaan nantinya bisa melakukan interaksi dengan pengguna WhatsApp yang disasar.

Contohnya, informasi keterlambatan jadwal terbang pesawat bisa langsung dikirimkan ke penumpang via WhatsApp oleh maskapai penerbangan.

Koum mengatakan, fitur untuk perusahaan tersebut akan mulai diuji coba pada tahun ini.

"Kami akan menguji fitur yang membuat Anda bisa memakai WhatsApp sebagai sarana komunikasi dengan bisnis dan organisasi yang diinginkan," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.