Kepolisian dan BIN Diberi Akses Khusus Blokir Situs Radikal

Kompas.com - 19/01/2016, 12:53 WIB
Indra Akuntono
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan telah memberikan akses kepada pihak-pihak terkait pemberantasan terorisme dan radikalisme sejak akhir tahun lalu.

Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan Kominfo telah memberi akses khusus kepada Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak 2 Desember 2015 lalu.

Akses yang diberikan ini khusus untuk memantau situs-situs radikal.

"Mereka diberi akses khusus tanpa harus lewat panel (yang dimiliki Kominfo), mereka kan yang paling tahu, kalau mau blokir nggak harus lewat panel," kata Rudiantara saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/1/2016).

"Jauh sebelum kejadian (bom di kawasan Sarinah)," imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kemenkominfo menurut Rudiantara juga tidak bisa langsung menutup suatu situs atau akun jejaring sosial setelah menerima laporan, karena terkadang situs atau akun tersebut masih dibutuhkan sebagai bahan penyelidikan.

"Kita koordinasi juga, ada pihak keamanan yang butuh situs atau akun itu untuk menelusuri, jadi kita menunggu," kata Rudiantara di acara diskusi Digital Policy 2016 di kantor Kemenkominfo, Selasa (19/1/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Kominfo mengklaim telah memblokir beberapa akun media sosial, seperti Facebook dan Twitter yang turut memberi dukungan pada aksi teror bom di Sarinah. Selain itu, Kemenkominfo juga memblokir sebelas situs bermuatan radikal.

Sebelas situs atau blog yang diblokir menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu, Sabtu (16/1/2016), adalah:

1. bahrunnaim.co
2. dawlahislamiyyah.wordpress.com
3. keabsahankhilafah.blogspot.co.id
4. khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com
5. tapaktimba.tumblr.com
6. thoriquna.wordpress.com
7. tauhiddjihat.blogspot.co.id
8. gurobahbersatu.blogspot.co.id
9. bushro2.blogspot.co.id
10. mahabbatiloveislam.blogspot.co.id
11. azzam.in

Sampai akhir 2015 lalu, Kemenkominfo mengklaim total ada 78 video radikalisme Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sudah berhasil dibersihkan dari internet.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X