Kompas.com - 20/01/2016, 20:09 WIB
Anak-anak belasan tahun di Konga dieksploitasi untuk bekerja di tambang kobalt dengan upah maksimal 12 dollar AS per hari. Amnesty USAAnak-anak belasan tahun di Konga dieksploitasi untuk bekerja di tambang kobalt dengan upah maksimal 12 dollar AS per hari.
|
EditorReza Wahyudi

Ketimpangan kesejahteraan

Lalu, bagaimana dengan vendor-vendor smartphone yang menikmati proses akhir dari kobalt? keuntungan mereka masing-masing mencapai puluhan miliar dollar AS per tahun.

Jauh dari upah maksimal 2 dollar yang diterima anak-anak di Kongo. Setahun saja, mereka paling banter meraup 712 dollar AS atau setara Rp 9,9 juta.

Ketimpangan antara kesejahteraan anak-anak di Konga dengan vendor-vendor smartphone itu memicu Amnesty International mengkritisi proses yang terjadi selama ini. 

"Industri tambang adalah tempat kerja terburuk bagi anak-anak, mengingat bahaya kesehatan dan keamanan yang ditimbulkan," kata tim peneliti dari Amnesty International Mark Dummet.

"Perusahaan-perusahaan dengan keuntungan total 125 triliun dollar AS tak bisa mengklaim mereka tak mampu mengecek dari mana komponen-komponen produk mereka berasal," ia menambahkan.

Setidaknya ada 16 perusahaan teknologi yang dimaksud Dummet, yakni Ahong, Apple, BYD, Daimler, Dell, HP, Huawei, Inventec, Lenovo, LG, Microsoft, Samsung, Sony, Vodafone, Volkswagen dan ZTE.

Melalui jalur diplomasi, Amnesty International dan Afrewatch meminta pemerintah menetapkan regulasi yang mengikat. Mulai dari jejeran industri tambang, penyuplai, hingga pabrikan smartphone.

"Tanpa hukum yang mengharuskan perusahaan mengecek dari mana sumber komponen, mereka akan terus mengambil keuntungan dari penindasan hak asasi manusia. Pemerintah harus bertindak," kata Dummet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.