Kompas.com - 22/01/2016, 09:43 WIB
|
EditorWicak Hidayat

Lebih lanjut, pelaku industri penerbangan juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sebanyak 50 persen pada 2050, dibandingkan dengan tingkat emisi karbon pada 2005.

Keunggulan Neo
Apa yang dilakukan oleh Airbus dalam program peremajaan armada A320-nya tak lepas dari dukungan pemasok mesin, yaitu Pratt & Whitney dan CFM.

Jika Airbus melakukan perombakan desain kabin dalam A320neo, sehingga mampu mengangkut kapasitas 20 kursi lebih banyak dibanding A320 saat ini, sehingga konsumsi bahan bakar per penumpangnya menjadi lebih hemat 20 persen, maka CFM dan Pratt & Whitney melakukan inovasi dari sisi kemampuan mesin yang memberi tenaga generasi terbaru A320 itu.

Menurut Pratt & Whitney, seperti dikutip KompasTekno dari Forbes, Jumat (21/1/2016), konsumsi bahan bakar yang rendah dari mesin seri PW1100G yang dipakai A320neo secara signifikan mengurangi emisi karbon.

PW1100G dipasangkan dengan desain aerodinamika baru rancangan Airbus diharapkan bisa mengurangi emisi karbon sebanyak 16 persen, jumlah yang selama ini belum bisa dicapai oleh pesawat sekelas yang beroperasi saat ini.

Jumlah 16 persen itu oleh Pratt & Whitney setara dengan 3.600 metrik ton emisi, atau setara dengan menanam 900.000 pohon, per pesawat per tahun.

Mesin pembakaran Talon X di dalamnya diklaim menghasilkan gas Nitrous Oxide (NOx) lebih rendah antara 30 hingga 50 persen.

Dalam hal kebisingan, mesin PW1100G dalam A320neo juga dirancang bisa mengurangi suara bising sebesar 75 persen, atau sekitar 20 desibel lebih rendah dibanding standar saat ini.

Airbus Airbus A320neo dengan dua pilihan mesin Pratt & Whitney PW1100G dan CFM56 LEAP.
Apa artinya dengan suara bising yang lebih rendah ini? Bagi maskapai, mereka bisa memangkas biaya kebisingan dan terbang lebih rendah di rute-rute yang lebih pendek.

Bagi bandara-bandara, suara bising yang rendah memungkinkan mereka beroperasi lebih lama sehingga bisa meningkatkan revenue tanpa merugikan lingkungan sekitar.

Sementara bagi penumpang, mereka bisa menikmati kabin yang lebih senyap. A320neo diklaim memiliki kebisingan 85 desibel atau sekitar 50 persen lebih senyap dari generasi A320 saat ini.

Produsen mesin lain untuk A320neo, yaitu CFM saat ini masih menguji seri CFM56-nya yang digadang-gadang lebih irit bahan bakar dan emisi karbon sebesar 15 persen dibanding mesin-mesin jet saat ini, serta menghasilkan gas Nitrous Oxide (NOx) lebih rendah hingga 50 persen.

Halaman:



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.