Bayar Uber Bisa Pakai Kartu Debit

Kompas.com - 28/01/2016, 08:07 WIB
Head of Communication Uber Southeast Asia Karun Arya, Senin (14/12/2015) di kantor Uber Indonesia, Plaza UOB lantai 34, Jakarta Fatimah Kartini BohangHead of Communication Uber Southeast Asia Karun Arya, Senin (14/12/2015) di kantor Uber Indonesia, Plaza UOB lantai 34, Jakarta
|
EditorOik Yusuf
KOMPAS.com - Mulai hari Rabu (27/1/2016), layanan ride-sharing Uber menambah pilihan pembayaran pengguna. Tak hanya lewat kartu kredit dan tunai, pengguna juga bisa membayar tarif tumpangan melalui kartu debit.

Sebagai permulaan, baru pemilik debit Bank Mandiri yang bisa menikmati pilihan pembayaran baru tersebut. Ketentuan ini berlaku untuk semua pengguna Uber di Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya.

Menurut Juru Bicara Uber untuk Asia Tenggara dan India Karun Arya, pembayaran via debit bertujuan mempermudah masyarakat mengakses Uber. Dengan begitu, penetrasi Uber pun bakal semakin tinggi.

"Dengan memperkenalkan kartu debit sebagai tambahan pilihan metode pembayaran, platform teknologi kami dapat diandalkan dan dapat diakses jutaan penduduk Indonesia," kata dia, sebagaimana tertera pada keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Bagi pengguna yang selama ini tak bisa mengakses Uber karena jalur pembayaran yang eksklusif, kini bisa mengunduh aplikasi tersebut di Apple App Store atau Google Play Store.

Setelah mengunduh, daftarkan akun Uber melalui aplikasi tersebut. Lalu masukkan informasi kartu debit Bank Mandiri melalui opsi "payment".

Pada opsi tersebut, pengguna juga bisa memilih jalur pembayaran kartu kredit atau tunai. Tiap opsi akan meminta informasi berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sudah memasukkan informasi kartu debit, centang pilihan pembayaran kartu debit pada opsi "payment". Selanjutnya, pengguna bisa mulai memesan Uber untuk mobilitas sehari-hari.

Di Indonesia, Uber pertama kali masuk tahun 2014. Sejauh ini Uber telah bermitra dengan hampir 20 ribu pengemudi dan ratusan ribu pengguna di Indonesia. Kendati minat pasar di Indonesia diklaim tinggi, Uber masih harus memenuhi empat syarat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk beroperasi secara legal di ibukota.

Empat syarat yang dimaksud yakni: memiliki eksistensi legal dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA), membayar pajak sesuai ketentuan, memiliki asuransi yang memadai, serta memastikan bahwa kendaraan rental yang menjadi mitra menjalani pengujian kendaraan bermotor atau KIR. Syarat-syarat tersebut dikatakan akan dipenuhi secara bertahap



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.