Kompas.com - 06/02/2016, 16:24 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

Kedua layanan tersebut membuat calon pelanggan bisa dengan mudah menjumpai Meme Florist di tengah belantara internet.

Google AdWords akan menampilkan tautan menuju situs Meme Florist di urutan atas laman pencarian saat pengguna sedang mencari kata kunci tertentu terkait bunga lewat Google Search. Pembayaran dilakukan sesuai jumlah klik yang masuk.

Adapun Google Bisnisku menyajikan informasi-informasi seputar Meme Florist di laman pencarian Google, termasuk nomor telepon dan alamat, berikut peta lokasi di Google Maps sehingga mudah dihubungi calon pelanggan.

“Sekarang, sebanyak 50 persen trafik menuju situs kami berasal dari AdWords,” ujar Hero yang mengaku juga menerapkan search engine optimization untuk memastikan website miliknya nongol di urutan-urutan teratas daftar pencarian.


Pemasaran lewat jalur online ini dinilai Mariani lebih efektif dibanding cara konvensional semacam membuat iklan tercetak.

“Kalau bikin brosur kan sering dibuang-buang orang. Sementara, dengan pasang online kami bisa menjaring konsumen yang memang sedang mencari bunga lewat internet,” ujar dia.

Mariani memimpin tim kecil Meme Florist yang beranggotakan 5 orang. Mereka inilah yang memproses order dari pelanggan dan mendistribusikannya ke para rekanan, sekaligus melakukan follow-up pesanan.

Lewat internet, Hero mengatakan Meme Florist berhasil menyalurkan pesanan ke para mitra florist sehingga turut meningkatkan jumlah order yang masuk.

Pernyataan itu diamini oleh Tristiadi, pemilik “Anda Florist" yang menjadi salah satu rekanan Meme Florist di kota Semarang.

“Kebanyakan yang pesan sekarang dari online, satu pekan bisa 10 order,” kata Tristiadi saat dijumpai di toko bunganya di Pasar Kembang, Jl. Dr. Sutomo. “Omzet saya sejak bergabung naik 3 kali, bisa Rp 3 juta dalam seminggu,” akunya.

Kini, Hero dan Mariani ingin melebarkan sayap Meme Florist ke luar negeri. Mariani mengatakan bahwa ia sedang menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan florist di negeri seberang.

“Kemungkinan yang dekat-dekat dulu seperti Malaysia atau Singapura. Mudah-mudahan segera jalan.” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.