Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Facebook Siapkan Teknologi "5G" untuk Sebar Internet Gratis

Kompas.com - 10/02/2016, 11:13 WIB
Yoga Hastyadi Widiartanto

Penulis

Sumber The Verge
KOMPAS.com — Facebook mengembangkan teknologi gelombang pemancar internet bernama milimeter wave untuk inisiatif Internet.org yang bertujuan memperluas akses internet untuk pengguna di daerah terpencil.

Milimeter wave adalah gelombang radio yang diyakini bisa mengantarkan akses internet berkecepatan tinggi layaknya kabel. Teknologi ini juga tengah digunakan pihak lain, seperti Google, untuk menguji coba pemancaran internet 5G lewat drone.

Namun, gelombang milimeter wave memiliki sejumlah kelemahan, seperti jangkauan yang pendek dan kesulitan menembus obyek penghalang, meskipun cuma sekadar uap air.

Dalam deskripsi paten Next Generation Network yang diberikan kepada Sanjai Kohli, teknologi milimeter wave milik Facebook merupakan sistem routing berbasis komputasi awan.

Sistem tersebut secara dinamis mengatur alokasi rute dan kanal frekuensi, memancarkan daya, modulasi, coding, serta simbol untuk memaksimalkan kapasitas jaringan telekomunikasi.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Rabu (10/2/2016), Facebook mengonfirmasi rencana pengembangan teknologi berbasis milimeter wave dan berniat memakainya untuk Internet.org.

"Ini adalah bagian dari pekerjaan Connectivity Labs untuk menyokong Internet.org, demi membuat 4 miliar orang bisa terhubung ke internet," ujar seorang perwakilan Facebook.

Kendati demikian, perlu dicatat, seperti juga kebanyakan rencana dan paten lainnya, tak ada jaminan bahwa teknologi milimeter wave ini akan benar-benar dipakai di dunia nyata.

Di sisi lain, rencana pengembangan tersebut juga menunjukkan bahwa milimeter wave merupakan suatu kemungkinan baru yang bisa merevolusi cara memancarkan akses internet nirkabel.

Sebelum Facebook, ada pihak lain yang mengumumkan rencana memakai teknologi milimeter wave serupa. Perusahaan bernama Starry itu punya ide yang mirip, yaitu memakainya untuk menghantarkan internet nirkabel berkecepatan tinggi.

Adapun Internet.org belakangan mendapat sorotan setelah dilarang oleh Pemerintah India karena dipandang melanggar prinsip netralitas internet. 

Free Basics yang menjadi perpanjangan Internet.org di India memang menyediakan akses internet gratis, tetapi dibatasi untuk sejumlah layanan online saja, bukan semuanya.

Di Indonesia, internet gratis Free Basics juga tersedia lewat Indosat Ooredoo yang menjadi mitra Facebook.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber The Verge

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com