Apa Itu "Net Neutrality" yang Bikin Facebook Gratisan Diblokir

Kompas.com - 11/02/2016, 20:04 WIB
Ilustrasi Facebook mobile istIlustrasi Facebook mobile
|
EditorReza Wahyudi

Sistem itu memungkinkan pengguna membayar lebih untuk mendapat akses prioritas (lebih cepat) ke layanan-layanan tertentu.

Rencana kebijakan itu sontak memicu kontroversi. Netizen, aktivis, dan sebagian besar politisi bersuara menolak kebijakan yang dianggap diskriminatif pada pengguna internet tertentu dan pada layanan internet tertentu.

Alhasil, pada awal Februari 2015, Wheeler mengeluarkan paket rencana kebijakan bertajuk "Title II of the Communication Act" yang benar-benar berbeda dari rencana kebijakan sebelumnya. Isinya kurang lebih menjunjung akses internet yang adil bagi seluruh netizen.

Proposal Wheeler diterima FCC dan ditetapkan keabsahannya pada 26 Februari 2015. Hal itu menjadi kemenangan bagi para aktivis netralitas internet dan netizen.

Kenapa Free Basics Facebook melanggar netralitas internet?

Menurut pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, Free Basics semata-mata bertujuan mengkoneksikan semua orang di dunia. Caranya dengan membuka akses internet gratis hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Persoalannya, akses internet gratis itu tak berlaku bagi semua layanan yang eksis di jagat maya. Hanya beberapa layanan yang menumpang Free Basics yang diberi akses cuma-cuma. Antara lain Wikipedia, BBC, situs-situs kesehatan, laporan cuaca, Facebook, dkk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seiring banyaknya protes, Facebook pun melonggarkan akses internet gratisnya. Pada Mei 2015, Facebook membuka platform untuk pengembang aplikasi, sehingga siapa pun bisa merilis layanannya di dalam Free Basics. Dengan begitu, layanan yang digratiskan semakin banyak.

Meski demikian, akan tetap ada layanan internet yang tak masuk dalam "paket gratis" Free Basics. Maka konsep prioritas dan diskriminasi layanan internet tetap terjadi. Karenanya, pemerintah India tak luluh dengan upaya Facebook. Free Basics tetap dinyatakan ilegal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.