Kompas.com - 12/02/2016, 07:52 WIB
|
EditorOik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang cukup "berbahaya". Secara geografis, misalnya, Indonesia terkenal dengan jalur vulkanis dunia yang kerap dijuluki "cincin api".

Meski demikian, dibandingkan negara lain, Indonesia dianggap kurang perhatian pada bencana.

Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara di kantor Kibar, Menteng, Jakarta, Kamis (11/2/2016).

"Saya itu iri sama negara lain. Kita ini di negara yang ada jalur gunung berapi, cincin api, tapi kurang perhatiannya," ujar Rudiantara.

Oleh karena itu, Rudiantara mengatakan nantinya akan disiapkan frekuensi khusus untuk menyampaikan peringatan dini bencana.

Frekuensi ini idealnya akan diambil dari "digital dividen" saat pengaturan ulang spektrum frekuensi 700 MHz.

"Kalau nanti digital dividen, pertama kali yang saya lakukan, kurang lebih 20 MHz dialokasikan untuk PPDR, bencana," ujarnya.

"Digital dividen" adalah istilah yang diberikan untuk alokasi frekuensi yang akan terbebaskan dari kapling 700MHz yang saat ini digunakan untuk televisi analog.

Frekuensi 700MHz itu bakal menjadi lengang saat siaran televisi beralih ke siaran digital.

Nah, dari 112MHz yang bakal tersedia, sekitar 20 MHz diantaranya akan disarankan untuk dipakai sebagai frekuensi darurat.

Realokasi frekuensi itu akan tercakup dalam revisi Undang-Undang Penyiaran. Hal tersebut, menurut Rudiantara, akan dilakukan di tahun 2016 ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.