Kompas.com - 13/02/2016, 11:18 WIB
KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO"Spartacus" adalah satu dari konten serial televisi yang bisa dinikmati secara langsung melalui layanan pengaliran video (video streaming) dari Netflix yang bisa dinikmati di Indonesia mulai Kamis (7/12/2015). Netflix mengumumkan inisiatif untuk ekspansi ke 130 negara sekaligus setelah sebelumnya beroperasi di 60 negara.
Penulis Deliusno
|
EditorOik Yusuf
KOMPAS.com - Berlangganan Netflix tidak memerlukan biaya yang relatif mahal. Meskipun begitu, ternyata masih ada orang yang mencari akun curian dengan harga jauh di bawah biaya berlangganan resmi Netflix.

Berdasarkan hasil pengamatannya, perusahaan keamanan Symantec menemukan banyak penjahat cyber yang berhasil mencuri informasi login (password) akun Netflix berbayar milik korbannya.

Akun-akun tersebut kemudian dijual di forum-forum dan marketplace di seantero internet, baik yang terdapat di internet publik ataupun "pasar gelap" darkweb (bagian internet yang tak terjangkau mesin pencari).

Harganya murah-meriah, hanya 0,25 dollar AS atau sekitar Rp 3.500 per akun curian. Jauh lebih rendah dari biaya berlangganan resmi Netflix. Di AS, misalnya, biaya berlangganan termurah dari layanan tersebut adalah sebesar 10 dollar AS atau sekitar Rp 135 ribu.

Nantinya akun Netflix curian tersebut dapat digunakan oleh si pembeli untuk nonton film dari Netflix.  Layanan on-demand video streaming ini memang membolehkan pemilik satu akun untuk mengakses konten di lebih dari satu perangkat secara bersamaan.

Jadi, saat sang empunya akun sedang nonton di rumah, seorang "pembajak" bisa menumpang menggunakan akun yang sama untuk menyaksikan tayangan di tempat lain.

Keuntungan bagi si pembeli akun curian, tentunya, harga yang harus dibayarkan tidak semahal biaya resminya.

Dijebak

Bagaimana cara memperoleh akun Netflix curian? Menurut Symantec, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Atlantic, Jumat (12/2/2016), ada dua metode yang digunakan hacker atau peretas untuk menjebak para pengguna Netflix.

Cara pertama adalah dengan menggunakan malware. Si peretas ini menipu korbannya untuk mengunduh aplikasi Netflix palsu, biasanya dengan mengiming-imingi dengan diskon biaya atau gratis berlangganan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.