Cara Pemerintah Ajak Diaspora "Silicon Valley" Pulang Kampung - Kompas.com

Cara Pemerintah Ajak Diaspora "Silicon Valley" Pulang Kampung

Kompas.com - 17/02/2016, 16:09 WIB
KOMPAS/SONYA HELEN SINOMBOR Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di San Francisco, AS, Selasa (16/2/2016).
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meminta diaspora Indonesia, khususnya yang berkecimpung di dunia teknologi, pulang kampung dan bantu mengembangkan ekonomi digital. Pemerintah pun menyiapkan sesuatu untuk menyambut mereka.

Salah satu "iming-iming" yang disiapkan adalah roadmap e-commerce rancangan Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo), Kemenko Perekonomian, dan lembaga pemerintah lain yang terkait.

Menkominfo Rudiantara yang turut hadir dan bicara di hadapan sekitar 800 orang diaspora Indonesia di San Francisco, berharap bahwa roadmap tersebut akan membantu percepatan ekonomi digital Tanah Air. Dia juga berjanji menyiapkan perlindungan.

"Pak Presiden menekankan bagaimana potensi ekonomi digital bisa tergali dan tercapai dengan cepat, jadi harus ada percepatan. Makanya ada roadmap e-commerce yang sebentar lagi dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres)," terang Rudiantara seperti dikutip KompasTekno dari laporan tim Kemenkominfo yang mengikuti acara.

"Kami siapkan, bagi pelaku industri, platform dan e-commerce berupa safe harbor dan perlindungan operasional agar selalu continuity. Silahkan e-mail ke saya kalau ada pertanyaan, rudiantara@kominfo.go.id," imbuhnya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpendapat mesti ada keberpihakan pada diaspora tersebut. Dia bahkan menjanjikan kemudahan dalam hal visa atau izin tinggal.

"Visa multiple akan di-extend sampai 5 tahun dari yang sebelumnya setiap tahun. Ini keberpihakan pemerintah. Penanganan diaspora pun dibuat 1 staf ahli yang khusus mengurus isu diaspora, dan ada minimal 1 Subdirektorat yang menangani isu diaspora," ujarnya.

Indonesia memang sedang galak mempromosikan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi digital. Apalagi dengan prediksi peningkatan yang cukup besar.

Tahun 2013 tercatat bahwa transaksi e-commerce sebesar 8 miliar dollar AS atau setara Rp 107,9 triliun, sedangkan pada 2014 angka ini tumbuh besar hingga 12 miliar dollar AS atau setara Rp 161,9 triliun.

Nilai transaksi e-commerce tersebut diprediksi bakal meningkat hingga 24,6 miliar dollar AS atau setara Rp 331,8 triliun.


Indonesia juga memiliki aset untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital ini. Antara lain dilihat dari jumlah kelas menengah yang meningkat, kemudahan akses terhadap teknologi, serta tingginya gelombang pertumbuhan startup selama beberapa tahun terakhir.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorReza Wahyudi
Komentar
Close Ads X