Mending Beli Paket Internet Kuota, "Unlimited", atau FUP?

Kompas.com - 19/02/2016, 05:33 WIB
Ilustrasi penggunaan internet pada gadget ThinkstockIlustrasi penggunaan internet pada gadget
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Dalam dua dekade terakhir, internet sudah merasuk dalam kehidupan sehari-hari banyak orang. Pemakaiannya mulai dari urusan "ngobrol" dengan kawan lewat beragam fasilitas chat maupun belanja online dari telepon genggam, melakukan transaksi keuangan dan komunikasi bisnis memakai laptop, hingga nonton film "streaming" di smart-TV.

Tren pengguna internet masih terus tumbuh, merujuk penetrasi smartphone dan "teknologi cerdas" lain seperti televisi. Tantangannya adalah sepuas-puasnya memakai internet, tetapi kantong juga tak jadi bolong.

Pada umumnya, operator telekomunikasi menawarkan dua pilihan cara berlangganan pemakaian jaringan internet, yaitu berbasis volume dan waktu. Berlangganan internet berbasis volume kerap disebut dengan “paket kuota”, sementara penggunaan berbasis waktu jamak dikenal sebagai "paket unlimited".

Bila pelanggan memilih paket kuota, sebut saja 4 gigabytes (GB), internetnya tersambung sampai volume itu ludes. Begitu volume habis, pelanggan tak bisa lagi memakai internet sekalipun tenggat waktu berlangganan masih panjang.

Sebaliknya, pelanggan paket unlimited bisa menikmati internet sampai akhir masa berlangganan, tetapi dengan kecepatan yang disesuaikan. Penyesuaian kecepatan itu mengikuti perjanjian atau pengaturan dari operator penyedia layanan internet. 

Pemakaian wajar

Pilihan ada pada pengguna untuk menentukan paket kuota atau unlimited. Pengguna paket kuota di telepon genggam bersistem prabayar, misalnya, harus paham kalau pilihannya berisiko sering-sering mengisi ulang pulsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebaliknya, pelanggan paket unlimited juga harus menyadari bahwa kecepatan internetnya tak bisa dipastikan terus di level maksimal. Pengguna paket ini hanya bisa memastikan internetnya tak putus selama waktu berlangganan belum kadaluwarsa.

Nah, masalahnya, ada periode tertentu pola pemakaian internet tak terakomodasi sistem kuota maupun unlimited itu. Terlebih lagi bila kecepatan juga jadi kebutuhan mutlak pengguna.

Tenang, jangan khawatir. Operator telekomunikasi dan internet seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kini punya tawaran baru untuk para pemakai internet, menggunakan basis asumsi pemakaian wajar. Dalam bahasa Inggris, tawaran itu disebut fair usage policy (FUP). Apa lagi ini?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X