Kompas.com - 22/02/2016, 17:45 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Tahun 2016 ini, larangan penjualan ponsel Nokia oleh Microsoft akan dicabut. Larangan tersebut terkait dengan akuisisi Microsoft terhadap unit bisnis ponsel dan layanan nokia pada 2014 lalu.

Namun demikian, Nokia mengatakan tidak ingin buru-buru kembali ke pasar smartphone.

"Kami tidak terburu-buru, tidak perlu juga untuk buru-buru (kembali berjualan ponsel)," kata CEO Nokia, Rajeev Suri seperti dikutip KompasTekno dari Recode, Senin (22/2/2016).

Menurut Rajeev, Nokia sudah membuat rencana bisnis sepanjang sepuluh tahun pada 2014 lalu, saat bisni ponselnya dibeli Microsoft. Rencana itu dibuat agar bisnis perusahaan tetap relevan.

Dengan demikian, Nokia sepertinya tidak akan merilis ponsel baru buatannya sendiri di tahun ini. Kemungkinan ponsel itu baru muncul pada 2017.

Jika ada ponsel Nokia yang beredar selama ini, maka itu adalah skema bisnis lain yang dijalankan Nokia, yaitu dengan memberikan lisensi dan produksi ke pabrikan lain.

Pun demikian, Nokia juga tidak sembarangan memberikan lisensi.

"Kami tidak serta merta menaruh logo di ponsel buatan perusahaan lain, ponsel itu harus terasa seperti Nokia yang kita kenal selama ini," kata Suri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Recode
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.