Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INTERNET

Kalau Peralatan Sudah Bisa "Ngobrol", Apa yang Harus Disiapkan?

Kompas.com - 24/02/2016, 11:36 WIB
Penulis Reza Pahlevi
|
EditorLatief

"Kita menuju era data datang menyerbu dari segala penjuru, dari peralatan rumah tangga, beragam mesin, jalur kereta, pengiriman barang, juga perusahaan energi," tulis Howard Baldwin, pemerhati teknologi, di Forbes.

Baldwin mengatakan, sampai sekarang belum ada satu pun yang bisa memberikan solusi untuk mengeola data ketika IoT benar-benar mewujud. Namun, satu saja saran dia soal hal itu, "Mulai saja (menyiapkan infrastruktur pedukung) dari sekarang".

Salah satu kebutuhan infrastruktur untuk menyambut era IoT dan big data adalah data center. Kehadiran teknologi awan (cloud), memberikan napas segar soal lokasi dan perangkat keras penyimpanan data center. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengantisipasi gangguan di lokasi pusat penyimpanann data, mulai dari terputusnya jaringan listrik hingga telekomunikasi dari data center itu.

Edge computing

Enterprise Sales Director Schneider Electric Indonesia, Yana Achmad Haikal, mengatakan, butuh infrastruktur terpadu dengan sistem monitoring terpadu—seperti data center infrastructure management (DCIM)—untuk memastikan kinerja data center terjaga. Namun, imbuh dia, kemungkinan terjadinya sejumlah gangguan bila data center sepenuhnya terpusat memunculkan pula platform baru untuk IoT, yaitu edge computing.

Mempermudah penggambaran untuk IoT, data center, dan edge computing ini, bisa dipakai sistem pasokan air bersih di sebuah kota. Data center ibarat kolam utama pemasok air bersih kota itu. Perpindahan data ibarat perputaran air, yang sama-sama melewati jaringan distribusi. Nah, edge computing ibarat tangki air di rumah-rumah warga.

"Data center untuk mendukung platform edge computing ada tiga bentuk, (yaitu) perangkat gateway, micro-data center, dan regional data center," ujar Yana.

Menurut dia, dari ketiga bentuk tersebut, micro-data center (micro-DC) dianggap lebih baik. Selain lebih mudah beroperasi, kata Yana, micro-DC seperti SmartBunker IT Traditional, SmartBunker CX untuk perkantoran, SmartBunker FX, dan SmartShelter dari Schneider, juga mudah dikelola, aman, dan hemat biaya.

"Micro-DC cocok untuk beragam aplikasi yang membutuhkan latency—perpindahan data melalui jaringan internet—rendah dan bandwith—ukuran besaran data—yang besar," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.