Snapdragon 820 Bakal Populerkan "Virtual Reality"

Kompas.com - 25/02/2016, 12:57 WIB
Senior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough di arena pameran MWC 2016 di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016). Oik Yusuf/KOMPAS.comSenior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough di arena pameran MWC 2016 di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
BARCELONA, KOMPAS.com - Prosesor mobile Snapdragon 820 dari Qualcomm sudah mulai bermunculan di beberapa smartphone anyar, seperti Samsung Galaxy S7, Xiaomi Mi5, dan LG G5.

Perangkat-perangkat ini menjadikan virtual reality (VR) sebagai salah satu sajian utama, dipadu dengan sepasang kacamata VR dan kamera 360 derajat.

Pihak Qualcomm sendiri selaku pabrikan chip Snapdragon memang menitikberatkan kemampuan VR pada SoC kelas atas tersebut. Ia dipandang bakal menciptakan peluang baru terkait industr VR yang tengah menggeliat.

"Kami pikir Snapdragon 820 ini punya kemampuan untuk membawa virtual reality ke ranah mainstream sehingga nantinya bisa dinikmati banyak orang," kata Senior Vice President Global Marketing Qualcomm Tim McDonough saat ditemui KompasTekno di arena pameran Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Rabu (24/2/2016).

McDonough beralasan Snapdragon 820 dibekali kemampuan komputasi yang cukup untuk menghasilkan pengalaman VR yang mumpuni. Kinerja tinggi diperlukan untuk menampilkan alam VR dalam resolusi dan frame rate yang tinggi, juga dengan latency kecil sehingga tampil mulus dan meyakinkan.

"Semua inilah yang diperlukan agar ilusi VR tampak real dan tak berbeda dari dunia nyata. Jangan lupakan juga pemrosesan suara 3 dimensi yang membutuhkan kinerja sangat tinggi. Semua itu dimiliki oleh Snapdragon 820," sebut McDonough.

Bisa dibawa-bawa

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut McDonough, nantinya bakal tercipta ekosistem VR yang terdiri dari dua jenis skenario penggunaan, yakni VR dengan komputer desktop atau laptop dan VR mobile. Perbedaan utamanya terletak di aspek portabilitas dan skenario penggunaan.

Teknologi VR dengan komputer seperti yang dimotori oleh Oculus Rift bakal banyak dipakai di skenario seperti gaming. Sementara, VR di mobile seperti yang didengung-dengungkan Qualcomm lewat Snapdragon 820 menawarkan kelebihan berupa mobilitas yang tinggi.

"Anda bisa dengan mudah membawa kacamata VR dan smartphone di dalam tas," ujar McDonough.

Meski memandang kemampuan Snapdragon 820 sudah cukup mumpuni untuk menjalankan virtual reality, McDonough mengatakan pihaknya bakal terus meningkatkan kemampuan VR Qualcomm, seperti halnya kapabilitas video perlahan meningkat dari HD, full-HD, lalu sekarang 4K.

VR di mobile menurut dia, bakal menjadi tren di masa depan seiring dengan mulai tersedianya jaringan berkecepatan tinggi 4G+ dan 5G yang memberikan cukup bandwith untuk streaming konten VR berkualitas tinggi.

"Virtual reality adalah salah satu hal yang paling menarik para rekanan OEM kami. Semua orang tertarik dengannya," pungkas McDonough.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X