Bos Facebook: OTT Justru Menguntungkan Operator Telekomunikasi

Kompas.com - 25/02/2016, 13:36 WIB
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016). Oik Yusuf/KOMPAS.comPendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
BARCELONA, KOMPAS.com - Sebagai salah satu penyelenggara layanan online terbesar (over the top - OTT) Facebook, WhatsApp, dan Instagram bebas berjalan di atas infrastrukur telekomunikasi di seluruh dunia (termasuk Indonesia) secara cuma-cuma.

Jumlah pengguna dan angka pemakaian yang besar dari layanan-layanan itu banyak menyedot bandwith jaringan.

Di sisi lain, ada pandangan bahwa operator telekomunikasi selaku pemilik infrastruktur yang "ditumpangi" tidak memperoleh keuntungan dari OTT.

Namun benarkah begitu? Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg punya pendapat sebaliknya.

Seperti dilaporkan jurnalis KompasTekno Oik Yusuf, menurut Zuckerberg, OTT dan operator justru bisa menjalankan "simbiosis mutualisme" yang saling menguntungkan.

"Para pengembang aplikasi memicu timbulnya permintaan atas data dari konsumen yang ingin mengkonsumsi aneka konten dari internet seperti video, misalnya," ujar Zuckerberg ketika berbicara di sesi keynote Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Senin (22/2/2016).

Hal ini, menurut dia, bakal menguntungkan juga buat operator karena mendorong tingkat konsumsi data yang pada akhirnya mmberi kontribusi pada pendapatan perusahaan telekomunikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semakin besar konsumsi data semakin untung pula operator karena di era sekarang ini mereka berjualan paket data, bukan lagi voice seperti dulu," lanjut Zuckerberg yang pada malam itu mengenakan setelan kaus abu-abu, celana jeans, dan sepatu kets andalannya seperti biasa.

Dia menggunakan istilah "pengembang aplikasi" (app developer), namun pada dasarnya mengacu pada para penyedia layanan over the top, termasuk Facebook sendiri.

"Ingatlah bahwa konsumen tidak membayar untuk memakai Facebook, mereka justru membayar untuk paket data dari operator," tambah Zuckerberg.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X