Biaya Palapa Ring Bakal Dicicil Selama 15 Tahun

Kompas.com - 29/02/2016, 20:25 WIB
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek penggelaran kabel serat optik Palapa Ring akhirnya resmi dimulai. Sesuai rencana, pendanaan proyek tersebut akan memakai dana Universal Services Obligation (USO) yang dikumpulkan dari operator telekomunikasi setiap tahun.

Dana tersebut tak langsung digelontorkan seluruhnya sesuai kebutuhan proyek. Rudiantara mengatakan Palapa Ring dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan pembayaran model Availability Payment (AP).

Artinya biaya penggelaran jaringan akan ditanggung oleh pemenang tender atau swasta. Sedangkan pemerintah baru mulai mengucurkan biaya pada saat proyek selesai dan sudah mulai beroperasi, dicicil selama 15 tahun.

"Perkiraan kita mulai bayar ke badan usaha pemenang itu sekitar Januari 2019. Asalnya dari dana USO. Kita sudah hitung cashflow USO sampai 20 tahun ke depan," terangnya saat ditemui di sela-sela penandatanganan kerjasama Palapa Ring Paket Barat, Gedung Kementerian Keuangan, Senin (29/1/2016).

"Setahun dana USO bisa sampai Rp 2 triliun, nanti mulai 2019 kita kurangi beberapa miliar untuk bayar pemenang tender. Durasinya selama 15 tahun," imbuhnya.

Dana USO diperoleh dari kontribusi perusahaan layanan telekomunikasi. Mereka menyumbangkan 1,25 persen dari total pendapatan usaha mereka ke pemerintah setiap kuartal.

Ketua Panitia Pengadaan Proyek KPBU, Anang Latif mengatakan nominal yang dibayarkan untuk Paket Barat dan Paket Tengah per tahun sekitar Rp 300 miliar.

Menteri Keuangan Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan skema KPBU dan model pembayaran AP ini menguntungkan bagi pemerintah. Terutama karena tidak harus mengeluarkan dana secara langsung.

"Developer dibayar sesuai kinerja jadi biaya tidak numpuk sekaligus di depan. Kita juga dapat tambahan aset, karena proyek KPBU ini nantinya jadi aset negara," pungkasnya.

Palapa Ring Paket Barat akan dijalankan Konsorsium Moratel - Triasmitra dengan nilai proyek Rp 1,28 triliun. Paket ini menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km.

Paket Tengah dimenangkan Konsorsium Pandawa Lima. Anggotanya adalah PT LEN (51 persen), PT Teknologi Riset Global Investama (34 persen), PT Sufia Technologies (5 persen), PT Bina Nusantara Perkasa (5 persen), dan PT Multi Kontrol Nusantara (5 persen).

Jangkauannya meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km.

Paket Timur baru masuk tahap prakualifikasi dan ditarget akan mencapai perjanjian kerjasama pada September 2016. Jangkauan wilayahnya meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua dengan total kabel serat optik sepanjang 6.300 km.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.