Kompas.com - 01/03/2016, 14:15 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

BARCELONA, KOMPAS.com - Popularitas wearable device alias gadget yang dikenakan di tubuh seperti arloji dan gelang pintar semakin menanjak. 

Lembaga riset pasar IDC, misalnya, akhir tahun lalu memperkirakan bahwa angka pengapalan perangkat wearable bakal mencapai 111 juta unit pada 2016 -naik 44 persen dari 2015.

Senada dengan estimasi IDC, Qualcomm selaku salah satu pabrikan yang aktif memproduksi chip untuk wearable pun meramal bahwa penggunaan perangkat ini bakal semakin jamak di kalangan konsumen di masa yang akan datang.

“Dalam lima tahun ke depan akan ada sangat banyak alat elektronik yang terhubung ke internet, entah yang dikenakan di tubuh, di dalam mobil, ataupun di lingkungan kota,” ujar Senior Director & Business Lead Smart Wearable Segment Qualcomm, Pankaj Kedia di sela ajang MWC 2016 di Barcelona, Spanyol, minggu lalu.

Menurut Pankaj, wearable device akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat smart city yang serba terkoneksi. Bersama dengan perangkat-perangkat IoT lainnya, wearable device bisa tersambung ke jaringan cloud baik secara mandiri atau melalui ponsel, untuk mengirim aneka data seperti informasi kesehatan pemakainya.

Selain itu, berbeda dari smartphone yang umumnya cukup dimiliki sebanyak satu atau dua buah, setiap orang bisa memiliki banyak wearable device karena bentuk dan fungsinya yang beraneka ragam, dari sepatu hingga kacamata pintar.

“Sama halnya dengan baju atau sepatu, konsumen akan memiliki beberapa wearable untuk keperluan berbeda,” imbuh Kedia.

Baru permulaan

Qualcomm sendiri baru aktif menekuni segmen wearable device pada 2013 lalu. Dalam waktu 18 bulan, Kedia mengklaim bahwa pabrikan asal AS tersebut telah berhasil mendominasi kancah wearable device untuk kategori smartwatch berbasis Android Wear.

Sebanyak 9 dari 10 desain produk jenis ini, ujar dia, dibangun di atas platform Snapdragon milik Qualcomm.

Beberapa waktu lalu Qualcomm juga telah mengumumkan kehadiran chip baru untuk arloji-arloji pintar, Snapdragon Wear 2100, yang mengetengahkan konsumsi daya lebih irit dan ukuran fisik lebih kecil sembari mempertahankan kelengkapan konektivitas yang mencakup Bluetooth, GPS, hingga 3G dan LTE.

“Sejauh ini sudah ada 25 desain perangkat Snapdragon Wear 2100 yang sedang dikembangkan, termasuk dari LG. Bakal ada banyak pengumuman lagi tahun ini karena wearable device adalah salah satu segmen yang kami genjot di bidang IoT,” terang Kedia sambil menunjukkan prototipe perangkat pertama yang berbasis Snapdragon Wear 2100.

Kedia meyakini pasaran wearable device bakal terus tumbuh. Dia menyamakan kondisi market wearable saat ini dengan masa-masa awal pasaran smartphone sebelum mengalami booming.

“Sekarang ini kita masih di masa permulaan, baru dua tahun berjalan dari masa sepuluh tahun. Saat menengok kembali ke masa dua tahun tersebut, kita bisa melihat bahwa tingkat pertumbuhan wearable adalah salah satu yang paling tinggi dibandingkan kategori gadget lain,” pungkas Kedia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Gadget
Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

e-Business
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

e-Business
Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Software
Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Gadget
Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Gadget
Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Software
Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Gadget
Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Gadget
Cara Menampilkan Avatar 3D di 'Always On Display' Oppo Reno 7

Cara Menampilkan Avatar 3D di "Always On Display" Oppo Reno 7

Gadget
Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Software
Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.