Tips agar Kamera Tidak Rusak Saat Memotret Gerhana

Kompas.com - 08/03/2016, 11:04 WIB
Gerhana matahari total pada 11 Juni 1983. Lokasi Tanjung Kodok, Tuban, Jawa Timur. Kamera: Canon F1, Film Kodakcolor, ISO 100, Lensa FD 400 mm/f/4.5 pada bukaan 5.6, kecepatan rana 1/15 detik dengan tripod, tanpa filter. Arsip Edwin Djuanda, pernah dimuat di Kompas, 4/8/2009. Edwin DjuandaGerhana matahari total pada 11 Juni 1983. Lokasi Tanjung Kodok, Tuban, Jawa Timur. Kamera: Canon F1, Film Kodakcolor, ISO 100, Lensa FD 400 mm/f/4.5 pada bukaan 5.6, kecepatan rana 1/15 detik dengan tripod, tanpa filter. Arsip Edwin Djuanda, pernah dimuat di Kompas, 4/8/2009.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Selain mengundang untuk disaksikan dengan mata, peristiwa gerhana matahari total dan sebagian yang akan "menyapu" wilayah Indonesia pada Rabu (9/3/2016) besok menarik pula untuk diabadikan.

Sebelumnya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pertama adalah perlindungan terhadap mata yang sebelumnya sudah dijabarkan oleh KompasTekno.

Setelah melindungi mata, alat kamera juga perlu mendapat proteksi serupa untuk mencegah kerusakan. Seperti apa? Selengkapnya bisa disimak di bawah ini sebagaimana KompasTekno rangkum dari berbagai sumber.

Melindungi kamera

Kamera memiliki cara kerja serupa mata. Lensa memfokuskan cahaya pada sensor untuk diubah menjadi sinyal listrik. Apabila cahaya yang masuk terlalu banyak, sensor kamera bisa mengalami kerusakan seperti halnya mata manusia.

Ini berlaku untuk semua jenis kamera, baik DSLR yang menggunakan cermin untuk membelokkan cahaya ke viewfinder (juga sensor AF dan metering), apalagi mirrorless dan kamera saku yang meneruskan cahaya secara langsung ke sensor gambar.

Karena itu, supaya bisa membidik dan memotret gerhana dengan aman, kamera perlu ditambahi aksesori berupa filter natural density (ND) untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke lensa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Filter ND biasanya dipakai dalam pemotretan landscape ketika ingin memperlambat kecepatan rana (shutter speed) saat siang hari, misalnya untuk memburamkan gerak air di sungai.

Nah, karena sifatnya yang memotong transmisi cahaya ke lensa itu, filter ND juga bisa dipakai melindungi (sensor) kamera saat membidik gerhana.

Tipe filter ND

Di pasaran, banyak beredar aneka tipe filter ND. Ada tipe screw-in yang bisa dipasang langsung di thread filter di depan lensa. Ada juga tipe lembaran yang menempel lewat alat holder khusus.

Kedua tipe bisa dipakai memotret gerhana asalkan ukurannya cocok dengan lensa kamera dan memiliki rating yang cocok. "Kekuatan" filter ND dalam mengurangi cahaya biasanya dijelaskan dengan dua istilah rating sehingga kadang membuat bingung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X