Kompas.com - 13/03/2016, 14:47 WIB
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Seorang sheriff di Florida mengancam akan menangkap dan memenjarakan Chief Executive Officer Apple Tim Cook bila Apple tetap menolak bekerja sama menangani kasus investigasi teroris San Bernardino.

Grady Judd, nama sheriff tersebut, mengumandangkan pernyataan bernada ancaman dalam sebuah konferensi pers mengenai kasus pembunuhan.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari ArsTechnica, Minggu (13/3/2016), dalam kasus yang dimaksud, Judd menceritakan bahwa pelaku memotret korban menggunakan ponsel. Polisi berhasil menemukan foto-foto dalam ponsel karena pelaku akhirnya memberikan kunci untuk membukanya.

Saat menjelaskan hal itu, Judd kemudian mendapatkan pertanyaan mengenai Apple, yang menolak membantu Biro Investigasi AS atau Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menjebol sistem keamanan dalam iPhone 5C milik pelaku teror San Bernardino.

"Anda tidak bisa menciptakan model bisnis yang seolah berkata, 'Kami tidak bisa menuruti hakim federal atau hakim negara karena kami ini ada di atas hukum,'" ujar sang sheriff memberi jawaban.

"CEO Apple mesti paham bahwa posisi dirinya tidak lebih tinggi dari aturan hukum, dan begitu juga halnya semua orang yang ada di Amerika Serikat," imbuhnya.

Judd kemudian memberikan catatan, seandainya kasus iPhone terkunci itu terjadi lagi pada masa depan dan kebetulan berada di bawah pengawasannya, maka bisa saja CEO Apple dipenjara atas perintah pengadilan.

"Namun, percayalah, jika saya mendapat dukungan dan bisa meminta pengacara negara untuk mengajukan tuntutan, kemudian ada seorang hakim yang pro terhadap rencana ini, saya akan memenjarakan orang yang mengacau itu," kata Judd.

Sebelumnya, FBI sempat meminta Apple memodifikasi sistem operasi iPhone agar pemerintah bisa membuka kunci pada iPhone 5C milik pelaku teror San Bernardino. Namun, raksasa teknologi itu menolak.

Alasannya, modifikasi seperti itu sangat berbahaya. Bila Apple membuat backdoor atau modifikasi sistem operasi seperti permintaan FBI, bisa saja alat tersebut jatuh ke tangan orang lain dan dipakai untuk membuka iPhone lain yang tidak terkait kasus San Bernardino.

Apple tak sendirian. Sejumlah perusahaan teknologi, seperti Google dan Facebook, turut mendukung penolakan karena tak ingin perintah berbahaya yang sama itu suatu saat jatuh ke mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.