Kompas.com - 14/03/2016, 09:35 WIB
|
EditorOik Yusuf
KOMPAS.com - Snapchat ketahuan sedang merekrut sejumlah ahli hardware di bidang virtual reality (VR).

Hal tersebut, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Cnet, Minggu (12/3/2016) mengindikasikan bahwa layanan pesan instan ini memiliki niat untuk masuk ke industri terkait dan membuat gadget khusus untuk menyaksikan konten VR

Sebagai perusahaan media sosial, Snapchat sendiri sebenarnya sebenarnya lebih banyak berurusan dengan software. Para ahli hardware yang direkrut kemungkinan akan dipekerjakan dalam sebuah proyek khusus membuat kacamata VR.

Para ahli itu antara lain adalah Mark Dixon dan Eitan Pilipski. Dixon merupakan mantan pegawai Microsoft yang sebelumnya bertugas merekrut kandidat-kandidat pengembang HoloLens, sedangkan Pilipski dulu bekerja di Qualcomm untuk mengembangkan computer vision.

Indikasi terkuat soal kacamata VR adalah masuknya seorang desainer kacamata bernama Lauryn Morris di tim Snapchat. Morris sebelumnya dikenal sebagai perancang sejumlah kacamata untuk Michael Kors, Innovega dan Zac Posen

Sekadar diketahui, perusahaan media sosial itu pada 2014 lalu telah membeli Vengeance Lab, yaitu start up yang bergerak dalam bidang pembuatan kacamata ala Google Glass. Lalu sekitar 12 orang pegawai start up tersebut ditarik masuk ke Snapchat.

Pada Februari 2015, didirikan tim khusus bernama Snapchat Research. Tim penelitian ini terdiri dari puluhan teknisi software di bidang machine learning dan computer vision.

Computer vision adalah teknologi penting yang dibutuhkan dalam pengembangan VR dan sudah dipakai dalam kacamata HoloLens buatan Microsoft. Teknologi tersebut berguna untuk memindai kondisi lingkungan di sekeliling pengguna.

Google dan Facebook juga mengembangkan teknologi VR, namun kedua raksasa itu memadukannya dengan teknologi kecerdasan buatan, bukan computer vision.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.