Sama-sama Berbasis Aplikasi, GoJek Aman tetapi Uber dan Grab Diminta Diblokir

Kompas.com - 14/03/2016, 17:37 WIB
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com — Secara terang-terangan, Kementerian Perhubungan meminta Kementerian Kominfo untuk memblokir aplikasi penyedia layanan ride sharing Uber dan Grab Car melalui surat yang dilayangkan pada Senin (14/3/2016).

Namun, layanan ojek motor GoJek yang serupa dengan Uber dan Grab Car, yaitu layanan transportasi berbasis aplikasi, tidak disebut dalam surat permohonan tersebut.

Sebenarnya, Kemenhub secara tidak langsung juga menunjuk GoJek, tetapi dengan bahasa yang disamarkan.

Dalam surat permohonannya di nomor 2 butir c, Kemenhub menulis: "Melarang seluruh aplikasi sejenis selama tidak bekerja sama dengan perusahaan angkutan umum yang mempunyai izin resmi dari pemerintah."

Jika ditelaah lebih lanjut, GoJek memenuhi kriteria di atas karena moda transportasi yang dipakai adalah kendaraan roda dua dengan pelat nomor hitam (kendaraan pribadi), serupa dengan Uber yang juga menggunakan kendaraan berpelat hitam.

Bedanya, GoJek yang memang asli Indonesia sudah memiliki kantor resmi dan telah menjadi badan usaha tetap (BUT), sesuai permintaan pemerintah selama ini.

Gara-gara Jokowi?

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebelumnya memang pernah menandatangani surat pelarangan operasi taksi dan ojek berbasis online pada Kamis (17/12/2015) lalu.

Pelarangan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 tertanggal 9 November 2015.

Namun, belum sampai 24 jam peraturan tersebut ditandatangani, Presiden RI Joko Widodo meminta Kemenhub untuk meninjau ulang peraturan tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.