Pro dan Kontra Penemu 4G

Meluruskan Atribusi Orang Indonesia adalah "Penemu 4G"

Kompas.com - 16/03/2016, 20:57 WIB
Khoirul Anwar, Ilmuwan KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOKhoirul Anwar, Ilmuwan
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Khoirul Anwar, asisten profesor di School of Information Science Japan Advanced Institute of Science and Technology, banyak dikenal dengan atribusi selaku orang yang menemukan teknologi seluler generasi keempat atau 4G.

Atribusi yang muncul di berbagai pemberitaan baik media cetak maupun daring tersebut dipermasalahkan karena tidak menggambarkan kejadian yang seutuhnya.

Kompas pernah menurunkan tulisan mengenai Khoirul Anwar dalam rubrik Sosok pada tanggal 12 Desember 2014 dengan judul "Teknologi Pulang Kandang" dengan menyebut sumbangsihnya berupa penelitian yang digunakan sebagai dasar untuk teknologi komunikasi 4G.

Teori yang dimaksud adalah pemanfaatan dua buah Fast Fourier Transform (FFT) dalam modulasi untuk komunikasi jaringan pita lebar nirkabel, sementara saat itu yang lazim adalah satu FFT. FFT adalah algoritma untuk mentransformasi informasi dan sinyal.

Penggunaan dua FFT dikhawatirkan justru saling membatalkan, tetapi diselesaikan dengan teknik dua FFT karena informasi yang dikirimkan diatur sehingga memiliki peak yang teratur dan menghasilkan penjumlahan gelombang tanpa puncak tinggi.

Akibatnya, sinyal yang keluar tak akan melampaui daerah linier dari sistem penguat daya. Teknik tersebut dirumuskan Khoirul bersama dua koleganya sewaktu berada di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang.

Klaim tersebut dibantah oleh Basuki Priyanto dan Eko Onggosanusi, dua orang Indonesia yang menjadi delegasi 3G Generation Partnership Project (3GPP) atau badan standardisasi komunikasi seluler dunia. Dalam pernyataan tertulis yang diterima hari Selasa (15/3), dalam teknologi 4G terdapat ribuan proposal penemuan teknologi yang saling terkait.

"Jadi, tidaklah mungkin bahwa seseorang atau bahkan satu institusi dapat mengklaim sebagai penemu 4G LTE," tulis Basuki dalam pernyataannya.

Baca: Benarkah Penemu Teknologi 4G LTE Orang Indonesia?

Paten US 7804764 B2 yang disusun oleh Khoirul beserta koleganya yang lantas menjadi standar internasional menurut International Telecommunication Union (ITU) nomor S.1878 dan S.2173 disebut Basuki sebagai variasi atau modifikasi dari metode yang digunakan dalam komunikasi satelit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X