Tarif Interkoneksi Turun, Telepon Antar Operator Bisa Makin Murah

Kompas.com - 20/03/2016, 17:39 WIB
CEO XL Dian Siswarini saat menjajal permainan balap Formula 1 usai menghadiri peluncuran aplikasi Tribe, di jakarta, Jumat (18/3/2016) Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comCEO XL Dian Siswarini saat menjajal permainan balap Formula 1 usai menghadiri peluncuran aplikasi Tribe, di jakarta, Jumat (18/3/2016)
|
EditorOik Yusuf
JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata (XL) menyambut baik rencana pemerintah menurunkan biaya interkoneksi. Anak usaha grup Axiata itu justru berharap perurunan yang nanti diputuskan bisa mencapai 40 persen.

Biaya interkoneksi adalah komponen yang harus dibayarkan oleh operator kepada operator lain yang menjadi tujuan panggilan penggunanya. Saat ini biaya tersebut  dipatok Rp 250 per menit dan pemerintah berniat menurunkannya lebih dari 10 persen.

“Interkoneksi turun 10 persen? Harapan kita malah bisa lebih jauh dari itu ya. Harusnya turun lebih banyak. Kan dari dulu harapan kami bisa turun 40 persen,” terang Chief Executive Officer XL Dian Siswarini saat ditemui usai peluncuran layanan XL Tribe, Jumat (18/3/2016).

Penurunan biaya interkoneksi bisa saja membuat tarif telepon off-net atau antar operator berbeda jadi semakin murah. Kendati soal besarannya akan bergantung pada keputusan bisnis masing-masing penyedia layanan telekomunikasi.

Biaya interkoneksi sendiri merupakan salah satu komponen yang menjadi dasar tarif ritel yang dikenakan pada pelanggan. Selain interkoneksi masih ada unsur lain, seperti margin keuntungan yang diharapkan operator dan biaya promosi.

Bila biaya interkoneksi tersebut turun signifikan, ada kemungkinan XL bakal menerapkan strategi bundling harga. Satu tarif dipatok untuk panggilan on-net atau off-net.

“Tarif ritel nanti kan tergantung operatornya, apakah dia ingin untuk berapa atau rugi berapa. Tarif ritel ini bisa di-bundling dan kompetitif,” imbuh Dian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat penurunan biaya terwujud, menurut Dian, operator bisa mendapat keuntungan berupa pelanggan yang lebih loyal. Mereka yang biasanya kerap ganti kartu SIM demi mengejar promo telepon on-net, akan beralih hanya menggunakan satu nomor telepon saja karena tarif jadi flat.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sendiri masih belum selesai merumuskan penurunan biaya interkoneksi yang dimaksud. Menkominfo Rudiantara mengatakan berencana merilis aturan terkait pada April nanti.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.