Konsolidasi Jadi Kunci agar Sinyal Bagus dan Pulsa Murah

Kompas.com - 21/03/2016, 08:16 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memaparkan program kerja Kemenkominfo saat mengunjung kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (17/3/2016). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memaparkan program kerja Kemenkominfo saat mengunjung kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelanggan seluler tentunya menghendaki harga layanan yang semurah mungkin. Di sisi lain, pihak operator membutuhkan biaya untuk menyajikan kualitas layanan yang baik.

Bagaimana caranya agar dua kepentingan itu bertemu? Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menekankan bahwa hal tersebut bisa dicapai dengan efisiensi bisnis melalui konsolidasi alias penggabungan usaha operator seluler.

“Masyarakat maunya kualitas bagus tapi harga murah. Maka industri harus dibuat efisien,” ujar Rudiantara ketika berkunjung ke redaksi Kompas.com, Kamis (17/3/2016) lalu.

Rudiantara mengatakan bahwa konsolidasi akan mengurangi jumlah operator seluler yang beroperasi di Indonesia.

Meski jumlahnya menjadi lebih sedikit, pasar masing-masing operator akan mengalami kenaikan dari hasil penggabungan bisnis itu. Terjadilah economy of scale atau penurunan biaya karena skala yang lebih besar.

Konsolidasi, lanjut Rudiantara, juga akan menguatkan posisi tawar operator terhadap vendor perangkat infrastruktur telekomunikasi sehingga bisa menekan biaya lebih lanjut.

Jumlah operator seluler yang ideal

Wacana konsolidasi operator seluler sendiri sebenarnya sudah lama terlontar, bahkan berapa tahun sebelum Rudiantara menjabat sebagai Menkominfo dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Sejumlah pelaku industri telekomunikasi sejauh ini juga telah melakukan konsolidasi. Contohnya antara lain PT Smart Telecom Tbk dengan PT Mobile-8 Telecom yang melahirkan PT Smartfren Telecom Tbk, lalu ada pula merger PT XL Axiata dengan PT Axis Telekom.

Ke depan, Rudiantara berharap proses konsolidasi akan terus bergulir hingga jumlah operator seluler di Indonesia akan menyusut hingga menjadi hanya 3 atau 4 pada 2019 mendatang, jumlah yang ideal menurutnya.

“Jadi, kita harus buat demikian (jumlah operator lebih sedikit). Tapi tetap tidak boleh ada monopoli, tetap kepentingan masyarkat harus diutamakan,” lanjut Rudiantara.

Di luar efisiensi bisnis operator, dari segi konsumen, Rudiantara turut menegaskan pelanggan harus memaklumi bahwa kualitas layanan pada akhirnya berbanding lurus dengan harga.

“Masak, maunya murah-murah terus, near free service. Kalau berharap begitu terus you have to expect lousy service. Bagaimana membiayai untuk kualitas bagus kalau harganya murah?” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X