Kompas.com - 22/03/2016, 10:40 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Andy Grove meninggal dunia pada Senin (21/3/2016) kemarin. Salah satu sosok penting di balik kejayaan Intel, sang raksasa di industri mikroprosesor, tutup usia pada umur 79 tahun.

“Kami sangat bersedih dengan kepergian mantan Chairman dan CEO Intel Andy Grove,” ujar CEO Intel Brian Krzanich dalam sebuah pernyataan belasungkawa yang dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Selasa (22/3/2016).

“Andy berkali-kali mewujudkan hal yang terlihat mustahil dan menginspirasi banyak generasi ahli teknologi, entrepreneur, dan pemimpin bisnis,” lanjut Krzanich.

Grove adalah karyawan pertama di Intel yang didirikan pada 1968 oleh para mantan pegawai Fairchild Semiconductor. Pada 1979, dia menjabat sebagai Presiden Intel, lalu CEO pada 1987.

Selama masa kepemimpinan Grove, Intel bertransformasi dari pembuat chip memori menjadi pabrikan semikonduktor terbesar di dunia. Pendapatan tahunan perusahaan itu ikut terdongkrak dari 1,9 miliar dollar AS menjadi 26 miliar dollar AS.

Sejumlah produk ikonik juga ditelurkan oleh Intel selagi dinakhodai oleh Grove, termasuk chip 386 dan Pentium.

Pencapaiannya menjadikan Grove figur legendaris di Intel dan dunia komputer secara umum. Almarhum CEO Apple Steve Jobs pun mengidolakannya dan sempat menanyakan kepada Grove apakah harus kembali memimpin Apple pada 1997.

Kabur dari Nazi

Kisah masa lalu Grove dipenuhi konflik dan air mata. Grove lahir dengan nama asli Andras Grof di Budapest, Hungaria.

Saat dia baru berumur 8 tahun, pasukan Nazi Jerman menyerbu Hungaria dan mengirim 500.000 orang tawanan ke kamp-kamp konsentrasi.

Berdarah Yahudi, keluarga Grove termasuk yang diincar oleh Nazi, tetapi mereka berhasil memperoleh identitas palsu dan berlindung berkat bantuan teman-teman.

Tahun 1956, saat Grove berumur 20 tahun dan negerinya tengah berada di bawah cengkeraman tangan besi Uni Soviet, revolusi Hungaria meletus. Dia dan keluarga pun terpaksa mengungsi, kabur melintasi perbatasan ke Austria.  

Tak lama setelahnya, pada 1957, Grove bermigrasi ke AS dan mengganti namanya menjadi Andrew S. Grove.

“Banyak pemuda yang dibunuh, tak terhitung banyaknya yang ditawan. Sekitar 200.000 orang Hungaria kabur ke Barat. Saya adalah salah satu dari mereka,” tulis Grove mengenang 20 tahun pertama kehidupannya dalam sebuah memoir.

Di AS, Grove tak punya banyak uang, tapi dia suka belajar dan berhasil memperoleh gelar PhD. Dia kemudian bekerja sebagai peneliti di Fairchild Semiconductor, sebelum akhirnya bergabung dengan Intel sampai pensiun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.