REGULASI

Apakah Kita Cuma Menonton Orang Asing Berbisnis "Online"?

Kompas.com - 23/03/2016, 16:27 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief

Dedi menambahkan bahwa saat ini dibutuhkan ketegasan yang clear atas posisi pemerintah terhadap aturan online transportation. Apapun itu, rekomendasi yang ditawarkan kepada pemerintah adalah kebijakan yang bisa memberikan keberpihakan ke masyarakat, namun tetap bisa memfasilitasi kemajuan teknologi, karena dampak dari perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari.

"Perlu adaptasi yang sifatnya gradual atas teknologi yang berkembang sehingga penerimaannya bisa smooth di masyarakat. Tapi, balik lagi, semua harus bertahap dengan konsep kerja cepat tapi tetap tidak bisa dilakukan secara mendadak," ujar Dedi.

Menonton asing

Berdasarkan KPTIK, sebenarnya pemerintah lintas kementerian/lembaga dan industri punya waktu setidaknya 6 bulan sebelum isu ini meledak dan jadi "chaos". Artinya, butuh tim dedicated dan kerja cepat membahas tren teknologi untuk menyiapkan regulasi. Lambatnya merespon kondisi ini menjadikan pemerintah dan industri terdesak memberikan relugasi yang mendadak dan tidak akurat serta bersifat reaktif.

"Menurut pengamatan kami, suatu teknologi membutuhkan paling tidak 6 bulan sampai 3 tahun sebelum menjadi tren lokal dan booming. Rentang waktu ini yang perlu diisi secara efisien," kata Dedi.

Menurut dia, keputusan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengenai pengujian kendaraan bermotor (KIR) yang diberlakukan untuk plat hitam pada transportasi online bisa dijadikan salah satu solusi. Hanya, hal itu butuh tenggang waktu yang cukup realistis untuk mengurusnya.

Di sisi lain, layanan izin KIR harus dipercepat dan dibuatkan sistem online. Cara ini, Dedi menilai, bisa mempercepat proses perizinan secara signifikan. Selain perizinan harus dibuat mudah serta relatif tidak mahal.

"Usul Pak Jonan mengakuisisi proses perizinan KIR ke perhubungan adalah hal menarik agar bisa dipercepat dan dipermudah sehingga resistansi masyarakat pelaku online transportation akan berkurang secara signifikan. Namun, memang, suka atau tidak suka, akhirnya aturan yang sudah diputuskan harus ditegakkan," ujar Dedi.

Sementara itu, nantinya tim lintas kementerian/lembaga dan industri akan memberikan rekomendasi regulasi secara berkala kepada pimpinan, baik diminta maupun tidak. Selain itu, tim tersebut harus selalu update dengan tren teknologi yang terjadi di seluruh dunia, dan menganalisis dampaknya pada masyarakat Indonesia.

Dedi berpesan, pemerintah benar-benar harus cepat tanggap atas masifnya kemunculan bisnis model baru yang berkembang di masyarakat, terutama yang didorong oleh teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Karena selain transportasi online, masih banyak lagi aplikasi akan masuk ke Indonesia dengan kapitalisasi lebih besar.

"Kan kita sudah bisa lihat berdatangannya bisnis aplikasi yang disruptive, misalnya, Airbnb untuk online reservation untuk akomodasi, Amazon untuk toko online atau e-commerce, dan lain-lainnya yang investasinya dari pihak asing. Semua ini akan mendobrak model bisnis konvensional yang sudah mapan, dan juga berkontribusi atas munculnya ekosistem baru yang perlu diantisipasi dan difasilitasi, bukan dimusuhi," ujar Dedi.

"Ini kita belum bicara soal isu 100 persen kepemilikan asing yang investasinya masuk di atas Rp 100 miliar. Ini kan perlu dipelajari hal-hal yang akan membantu atau malah membuat portal e-commerce pun nantinya dikuasai asing. Lha, kita nonton asing semua nanti," kata Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.