Google Agresif Bangun Platform Layanan "Cloud", Siap Menantang Amazon

Kompas.com - 23/03/2016, 18:25 WIB
Greg DeMichillie, Direktur Manajemen Produk Google, memberi penjelasan awal dalam briefing pers sebelum berlangsungnya Google Cloud Platfor NEXT 2016 yang akan berlangsung di San Fransisco, Amerika Serikat, pada Rabu (23/3/2016). KOMPAS.COM/AMIR SODIKINGreg DeMichillie, Direktur Manajemen Produk Google, memberi penjelasan awal dalam briefing pers sebelum berlangsungnya Google Cloud Platfor NEXT 2016 yang akan berlangsung di San Fransisco, Amerika Serikat, pada Rabu (23/3/2016).
Penulis Amir Sodikin
|
EditorReza Wahyudi

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Pertarungan sengit dua raksasa perusahaan teknologi informasi di bidang layanan server berbasis komputasi awan (cloud) akan semakin seru.

Google yang selama ini tak memposisikan diri sebagai perusahaan penyedia layanan webhosting yang serius, kini makin agresif dengan manuver barunya. Mereka menyiapkan produk-produk baru yang akan bekerja pada pelantar atau platform layanan cloud yang bisa dipakai semua orang.

Raksasa yang memulai bisnisnya dari mesin pencari ini kini makin siap berkompetisi dengan dunia bisnis yang selama ini didominasi Amazon Web Services. Google menyebut layanan mereka dengan nama Google Cloud Platform.

Manuver agresif Google ini akan diumumkan hari ini, Rabu (23/3/2016) pagi waktu setempat, dalam konferensi global bertajuk Google Cloud Platform NEXT 2016 (GCPNEXT16). Google akan mengumumkan produk-produk baru yang berkaitan dengan Google Cloud Platform.

Sebelum konferensi dimulai, Greg DeMichillie, Direktur Manajemen Produk Google, mengatakan produk yang mereka siapkan berbeda dengan produk layanan cloud lainnya.

“Ini adalah layanan cloud gelombang ketiga,” kata DeMichillie. Cloud gelombang ketiga ditandai dengan penekanan adanya sistem kluster, ruang penyimpanan terdistribusi, pemrosesan data skala raksasa, mesin cerdas yang bisa belajar dari proses, dan penggunaan containers aplikasi.

GOOGLE Google Cloud Platform NEXT 2016
Google Cloud Platform tak hanya menawarkan server atau storage, namun yang membuatnya berbeda adalah adanya platform yang dibangun Google dan para mitranya. Platform ini nantinya bisa dipakai gratis oleh pengguna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Inilah ekonomi cloud yang sebenar-benarnya,” klaim DeMichillie.

Layanan GCP dijual oleh Google dengan harga per menit penggunaan. Pengguna hanya membayar storage yang benar-benar mereka gunakan.

Google mengklaim, layanan GCP berada di infrastruktur yang sudah terbukti andal. Infrastruktur GCP sama dengan yang digunakan oleh Google sendiri untuk meng-hosting produk-produk Google lainnya seperti mesin pencari Google, Youtube, Google Photos, dan Google Maps.

“Keamanannya pun tingkat tinggi kelas Google. Keamanan terbaik di dunia saat ini, karena kami memang menggunakannya dan membutuhkannya juga,” kata DeMichillie.

Dari San Francisco, Kompas.com akan rutin melaporkan konferensi Google Cloud Platform NEXT 2016 yang berlangsung hari ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.