Google Cloud Platform

Google Cloud Platform Ekspansi Pusat Data di 70 Lokasi Global

Kompas.com - 23/03/2016, 23:18 WIB
Googleplex, kantor pusat Google yang beralamatkan di 600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, Santa Clara County, California, Amerika Serikat. Foto di ambil Selasa (22/3/2016) KOMPAS.COM/AMIR SODIKINGoogleplex, kantor pusat Google yang beralamatkan di 600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, Santa Clara County, California, Amerika Serikat. Foto di ambil Selasa (22/3/2016)
Penulis Amir Sodikin
|
EditorAmir Sodikin

SAN FRANSISCO, KOMPAS.com – Rabu (23/3/2016) pagi waktu San Fransisco, Amerika Serikat, Google menggelar perhelatan global bertajuk Google Cloud Platform NEXT 2016 (GCP NEXT 2016).

Dari San Fransisco, Kompas.com akan melaporkan perkembangan konferensi global ini. Google akan mengumumkan produk-produk baru terkait platform GCP pada event kali ini.

Saat ini Google Cloud Platfrom telah memiliki jaringan pusat data di 70 titik lokasi yang tersebar di 33 negara. Sebaran lokasi pusat data di berbagai negara itu berfungsi untuk menjamin kecepatan akses di negara-negara sekitar lokasi pusat data.

Dari 33 lokasi negara itu, sama seperti yang dilakukan pemain cloud server global lainnya, Indonesia tak termasuk. “Sebanyak 35 persen dari pusat data itu sudah menggunakan energi terbarukan,” kata Greg DeMichillie, Direktur Manajemen Produk Google.

Selama ini, bisnis layanan cloud server dikuasai oleh Amazon Web Services, disusul posisi kedua adalah Microsoft Azure. Menurut riset Goldman Sach, urutan pertama market share bisnis cloud hingga kuartal 2015 adalah Amazon, disusul Microsoft, Salesforce, Oracle, Rackspace, dan Google.

Market Realist/Goldman Sachs Market share bisnis cloud 2015. Sumber Goldman Sachs via Market Realist.
Layanan Google Cloud Platform pada 2015 berada di papan bawah untuk urusan layanan cloud server. Belum diketahui apakah dengan agresifnya Google membangun berbagai produk baru terkait Google Cloud Platfrom pada 2016 ini akan memberi perlawanan signifikan terhadap Amazon dan Microsoft.

Sehari sebelum peluncuran produk-produk baru berplatform GCP, Google juga mengumumkan telah membuka dua lokasi pusat data baru untuk layanan GCP. Dua lokasi tersebut bagian dari rencana 10 lokasi baru yang akan selesai dibangun pada 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua lokasi jaringan baru yang ditambahkan yaitu di Tokyo, Jepang, dan di Oregon, Amerika Serikat. “Kami juga berencana menambah lagi sehingga pada 2017 akan ada 10 lokasi baru, lokasinya masih rahasia,” katanya.

Masing-masing region tersedia pusat data GCP. Google mengklaim dengan penambahan pusat data tersebut bisa menawarkan performa tinggi kepada klien di tiap wilayah.

“Kami membuka region-region baru ini untuk membantu pelanggan Google Cloud Platfrom mengembangkan layanan dan aplikasinya dengan performa baik,” kata Varun Sakalkar, Manajer Produk Google.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.