Lenovo Keluhkan Maraknya Ponsel "Black Market"

Kompas.com - 24/03/2016, 09:32 WIB
Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, Adrie R. Suhadi, saat berbicara dalam  peluncuran Vibe K4 Note di Jakarta, Rabu (23/3/2016). Oik Yusuf/ KOMPAS.comCountry Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, Adrie R. Suhadi, saat berbicara dalam peluncuran Vibe K4 Note di Jakarta, Rabu (23/3/2016).
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum ponsel terbaru Lenovo Vibe K4 Note resmi masuk pasaran Indonesia pada Rabu lalu, ponsel itu lebih dahulu beredar melalui jalur tak resmi di penjual retailer online.

Hal itu diungkap oleh Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, Adrie R. Suhadi, saat berbicara dalam peluncuran Vibe K4 Note di Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Ditemui usai acara, Adrie mengeluhkan maraknya peredaran gadget ilegal yang biasa disebut barang black market (BM) itu di pasaran Indonesia.

Kondisi tersebut dinilainya merugikan vendor ponsel dan konsumen karena ponsel yang masuk tanpa izin resmi tidak dijamin oleh pihak pemegang merk terkait di Tanah Air.

Padahal, menurut dia, vendor ponsel selama ini telah berupaya memenuhi ketentuan pemerintah soal pemasaran produk, termasuk aturan soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

"Kami maunya pemerintah lebih ketat (mengawasi peredaran ponsel BM). Soalnya dengan TKDN ini kan kami investasi di Indonesia, jadi kami harap pemerintah perketat import ilegal,” ujar Adrie.

Sertifikat abal-abal

Adrie mencurigai adanya pihak-pihak yang memasarkan produk di Indonesia dengan memakai sertifikat Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos yang ditujukan untuk perangkat lain.

Padahal, produk yang dipasarkan sebenarnya belum memperoleh sertifikat, namun bisa dijual dengan mencatut sertifikat milik produk berbeda yang sudah resmi beredar.

“Dulu kan ada kasus pakai (sertifikat) postel abal-abal. Saya sih curiganya ke arah sana,” katanya.

Kasus yang dimaksud adalah ponsel Zuk Z1 yang pada akhir 2015 lalu diketahui dipasarkan dengan memakai sertifikat milik Xiaomi Redmi 1S.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X