Kompas.com - 24/03/2016, 14:52 WIB
Pengunjung menjajal game VR Crazy Ojek dengan smartphone Lenovo Vibe K4 Note yang terpasang di headset virtual reality AntVR dalam acara di Jakarta, Rabu (23/3/2016) Oik Yusuf/ KOMPAS.comPengunjung menjajal game VR Crazy Ojek dengan smartphone Lenovo Vibe K4 Note yang terpasang di headset virtual reality AntVR dalam acara di Jakarta, Rabu (23/3/2016)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

Menurut Narendra, para developer Indonesia kini tengah belajar untuk berkreasi menciptakan konten virtual reality yang bisa menjadi tren di masa depan.

Facebook misalnya, mendorong adopsi VR melalui teknologi Oculus Rift yang diakuisisinya, sementara Google merilis SDK khusus untuk VR sehingga mempermudah para developer membikin konten virtual reality di platform Android.

“Lalu ada juga perangkat terjangkau seperti Vibe K4 Note, seihingga konsumen bisa merasakan VR dengan harga affordable. Ini bisa mendorong VR masuk ke mass market,” ujar Narendra.

Untuk TKDN?

Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia Adrie R. Suhadi menilai Dicoding sukses menggalang developer Indonesia bersama-sama menciptakan konten VR untuk perangkat mobile.

Untuk saat ini, karya para pemenang lomba belum dimuat (pre-loaded) di perangkat Lenovo. Namun, Adrie mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan hal itu nantinya akan terwujud di masa depan, terutama menyangkut ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) perangkat 4G yang akan berlaku efektif tahun 2017 nanti.

“Kami sedang eksplorasi kemungkinan itu, nanti kalau bisa untuk (memenuhi) TKDN. Kami masih open,” ujar Adrie ketika ditemui usai acara.

Pemerintah memang memberikan opsi bagi para vendor ponsel untuk memenuhi aturan kandungan lokal dari sisi investasi software, di samping hardware. Informasi terbaru menyebutkan bahwa salah satu skema yang ditawarkan menyebut bahwa komposisi software boleh mencapai 100 persen, dengan hardware 0 persen.

Sebelum mulai berinvestasi di sektor software, Adrie mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah soal presentase pembobotan komponen software dari aturan TKDN.

“Software untuk TKDN itu ada syaratnya, Misalnya berapa jumlahnya, berapa active user, lalu kemudian lokasi server di mana. Jadi tidak segampang itu,” pungkas Adrie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.