Kompas.com - 28/03/2016, 11:46 WIB
Safety Check Facebook terkait peristiwa pengeboman di Lahore, Pakistan, Minggu (27/3/2016). FacebookSafety Check Facebook terkait peristiwa pengeboman di Lahore, Pakistan, Minggu (27/3/2016).
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Jejaring sosial Facebook mengaktifkan fitur Safety Check atau pelacak korban menyusul teror pengeboman di kota Lahore, Pakistan pada Minggu (27/3/2016) malam waktu setempat.

Fitur tersebut sejatinya ditujukan bagi pengguna Facebook di negara tersebut. Namun ternyata, dikutip KompasTekno dari Reuters, Senin (28/3/2016) Safety Check Facebook itu turut menyambangi pengguna yang tinggal di belahan dunia lain, seperti di New York dan Virgina, Amerika Serikat.

Facebook pun meminta maaf atas kesalahan teknis tersebut. "Ternyata, banyak orang yang tidak terimbas oleh krisis itu yang menerima notifikasi apakah mereka baik-baik saja," tulis Facebook di akun resminya.

"Bug ini membuat produk safety check tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kami meminta maaf kepada semua yang salah menerima notifikasi itu," imbuh Facebook.

Fitur Safety Check Facebook juga dikirim melalui pesan SMS menanyakan, "Are you affected by the explosion?".

Pemberitahuan lain berupa notifikasi yang muncul di layar komputer atau ponsel yang memberi tahu ledakan terjadi di Lahore, sementara penerima tinggal di negara lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 25 orang tewas dan 61 orang terluka setelah sebuah bom meledak di kota Lahore, Pakistan, Minggu (27/3/2016).

Bom itu meledak di sebuah taman yang digunakan umat Kristen setempat untuk merayakan hari raya Paskah.

Ledakan itu terjadi berbarengan dengan bentrokan di Islamabad antara polisi dan pendukung seorang pembunuh gubernur yang telah diseksekusi sebulan lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.